Piala Dunia 2018, PHRI Prediksi Okupansi Hotel Naik 10 Persen

Kamis, 22 Maret 2018 | 09:56 WIB
Share Tweet Share

(Kiri ke kanan) VP of Business Development FMA Faizal Adiputra, Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani, dan Country Market Manager Traveloka John Safenson, saat press conference di Kuta, Bali, Rabu (21/3/2018). [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR] Tingkat hunian (okupansi) hotel di Indonesia, khususnya Bali, diprediksi akan meningkat hingga 10 persen selama pelaksanaan Piala Dunia 2018.

"Kita prediksi selama berlangsungnya Piala Dunia 2018, okupansi hotel akan meningkat antara 5 sampai 10 persen dari biasanya," kata Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI) Hariyadi BS Sukamdani, di Kuta, Bali, Rabu (21/3/2018).

Ia mengatakan hal tersebut, usai menghadiri press conference Traveloka mengumumkan secara resmi partisipasinya sebagai Indonesia’s Official Travel, Hospitality and Attractions Partner of FMA for the 2018 FIFA World Cup di Rusia, 14 Juni – 15 Juli 2018.

Perusahaan internet penyedia jasa travel booking terdepan untuk destinasi lokal dan internasional itu, berpartisipasi sebagai perusahaan teknologi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menjadi sponsor media dan broadcast dari Piala Dunia ke-21 ini.

Menurut Hariyadi, untuk Piala Dunia 2018, Traveloka telah menjalin kerja sama dengan PHRI.

Intinya, Traveloka memfasilitasi 2500 lisensi nonton bersama atau nonton bareng di hotel-hotel di seluruh Indonesia.

"Bagi yang tidak bisa datang langsung ke Rusia, maka pilihannya adalah nonton bersama. Ketika 2500 hotel di Indonesia difasilitasi untuk nonton bersama ini, pasti akan berdampak pada okupansi," jelas Hariyadi.

Ia optimis, tak hanya masyarakat lokal, wisatawan mancanegara yang tidak sempat menonton langsung Piala Dunia di Rusia, pasti akan mencari tempat yang menyiapkan fasilitas nonton bareng.

"Jadi kami yakin, mereka akan mencari hotel - hotel yang memiliki lisensi untuk menggelar acara nonton bersama," tutur Hariyadi.

Disinggung apakah hotel - hotel di Bali akan diberikan porsi lebih terkait kuota lisensi nonton bersama ini, Hariyadi tak menepisnya. Menurut dia, dari total 600 ribu hotel di seluruh Indonesia, 25 persen di antaranya ada di Bali.

"Dibandingkan dengan daerah lainnya, tentu Bali akan mendapatkan kuota lisensi nonton bersama yang lebih besar. Jakarta juga seperti itu. Karena hotel - hotel di Indonesia kebanyakan di dua tempat ini," pungkas Hariyadi.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar