Teknologi Penjernih Air Untuk Warga Muara Siran

Minggu, 02 Desember 2018 | 03:03 WIB
Share Tweet Share

air

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM]-- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mensosialisasikan hasil temuan tekonologi penjernihan air untuk warga di Desa Muara Siran, kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Jumat (30/11).

Penerapan teknologi yang bekerjama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini, tentu sangat bermanfaat bagi warga karena mayoritas wilayah Desa Muara Siran terendam air sehingga mendapat julukan Kampung di atas Air.

Di desa ini kan air sungai keruh, warnanya kecoklatan. Biasanya warga mengolah seadanya dengan cara ditampung. "Dengan adanya inovasi teknologi ini, nantinya air yang akan digunakan warga lebih baik dari sebelumnya," kata Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) tersebut.

Hetifah berharap agar penerapan teknologi penjernihan air ini juga bisa dilakukan di daerah-daerah lain yang kondisi airnya buruk. “Ini temuan teknologi sederhana yang sangat bermanfaat. Bisa diterapkan di daerah lain. Apalagi di Kaltim ini kan banyak sungai,” lanjut Hetifah.

Pengembangan teknologi penjernih air ini dilakukan Tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mulawarman (Umnul).

Sebelum melakukan pembuatan alat penjernih air, Tim yang terdiri dari Harlinda Kuspradini, Rudianto Amirta, Esti Handayani terlebih dahulu melakukan observasi awal dan identifikasi di Desa Muara Kaman Kutai Kartanegara. [A/3]

Editor: Akhir Tanjung

Tag:

Berita Terkait

Komentar