Yasin Limpo Gegabah, Mulyanto: Klaim Tak Sesuai Prosedur Riset

Jumat, 10 Juli 2020 | 15:09 WIB
Share Tweet Share

mulyanto

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM]-- Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bidang Industri dan Pembangunan DPR RI, Dr H Mulyanto M.Eng sangat menyayangkan klaim Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo tentang temuan kalung pembunuh virus Corona (Covid-19).

Legislator dari Dapil III Provinsi Banten itu menilai, klaim Yasin terburu-buru dan gegabah karena tidak sesuai prosedur riset umum yang berlaku. Pejabat politik seperti Mentan harusnya hati-hati dalam membuat serta mengumumkan statemen ilmiah teknis. "Mentan jangan membuat heboh dan membingungkan masyarakat," kata dia kepada Indonesiakoran.com di Jakarta, Jumat (10/7).

Apalagim lanjut Mulyanto, hal tersebut terkait dengan pengobatan virus Corona yang sampai hari ini masih belum dapat kita kendalikan dan di tengah isu reshufle atau perombakan kabinet. "Untuk menuai popularitas jangan sampai pejabat politik mengorbankan perasaan masyarakat. Ini sama juga Pemberi Harapan Palsu (PHP)," kata dia.

 Karena faktanya, kata anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ilmu Pengetahuan dan Teklogi (Iptek) dan riset produk kalung minyak kayu putih ini tidak berdasarkan pada isolat virus corona yang menjadi biang keladi pandemi Covid-19.

"Selain itu juga produk ini belum melalui tahapan uji praklinis uji klinis. Karenanya tidak heran kalau ijin edar dari BPOM atas kalung minyak kayu putih ini adalah dalam kategori ;jamu' bukan obat," jelas Mulyanto yang juga mantan Irjen Departemen Pertanian (Deptan) periode pertama Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ditambahkan, klaim temuan kalung minyak kayu putih pembunuh virus Corona ini lebih merupakan klaim politis di tengah isu reshufel kabinet. Bukan klaim ilmiah yang berdasarkan scientific research.
Karena itu, lulusan S3 Tokyo Institute of Technology Tokyo (Takodai), Jepang ini mengakui capaian peneliti di Balitbang Kementan ini sudah sangat baik.

Karena itu Mulyanto menyarankan agar temuan ini diteruskan hingga tahap uji praklinis dan uji klinis, dengan melibatkan peniliti kesehatan yang kompeten atau bekerjasama dengan balitbang Kemenkes, LBM Eijkman atau Perguruan Tinggi. "Kita bangga dengan para peneliti Balitbang Kementan yang kreatif terjun dalam riset kesehatan berbasis sumber daya hayati kita."

Menurut Mulyanto, ini keunggulan komparatif kita dibanding negara lain. Kekayaan biodiversitas Nusantara yang sangat berlimpah. "Kalau mampu kita mendayagunakannya maka akan menjadi kekuatan ekonomi kita ke depan. Karenanya, Konsorsium Riset Covid-19 di BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) perlu mengajak dan mendorong temuan ini, agar semakin optimal," demikian Dr H Mulyanto M.Eng. [A/3]

Editor: Akhir Tanjung

Tag:

Berita Terkait

Komentar