Politisi Muda Demokrat Minta Jokowi Buka Mata Soal Penganiayaan ABK

Sabtu, 30 Mei 2020 | 19:19 WIB
Share Tweet Share

rizki

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM]-- Politisi belia Partai Demokrat, Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengaku prihatin dengan perlakuam yang diterima Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal asing seperti banyak diberitakan media di tanah air belakangan ini.

Berbagai macam kasus dialmi ABK asal Indonesia, mulai dari gaji mereka yang tidak dibayar majikan, dipekerjakan secara tidak manusiawi, diberi makanan ikan. Dan, bahkan sampai ada yang meregang nyawa serta jasadnya di buang ke laut. Apa yang diterima ABK asal Indonesia itu, ungkap anggota Komisi I DPR RI tersebut, tentunya harus mendapat perhatian serta perlindungan negara karena sesuai UU, salah satu tugas negara adalah melindungi tumpah darah dan rakyat Indonesia.

"Penganiayaan yang dialami ABK Indonesia yang terjadi baru-baru ini tentu membuat kita miris. Dan, ini menjadi cerminan fakta bahwa masih banyak sekali kasus tentang WNI di luar negeri yang mendapatkan perlakuan tidak wajar," jelas legislator kelahiran Jakarta, 19 Nopember 1994 itu dalam keterangan tertulis melalui WhatsApp (WA) kepada Indonesiakoran.com, Sabtu (30/5).

Karena itu, Rizki berharap, berbagai kasus yang dialami ABK Indonesia ini harus membuka mata Pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pentingnya menjamin perlindungan Hak Azazi Manusia (HAM), WNI bukan hanya yang ada di dalam negeri saja tetapi juga mereja yang mencari nafkah di luar negeri.

Untuk itu, lanjut legislator dapil I Provinsi Banten tersebut, Pemerintahan Jokowi harus memperkuat hubungan dan diplomasi terutama dengan negara-negara sahabat baik secara bilateral, maupun secara multilateral dengan memanfaatkan sebaik-baiknya posisi Indonesia saat ini sebagai anggota Dewan HAM PBB.

Selama ini, lanjut laki-laki yang menempuh pendidikan S1 dan S2 di University of Nottingham Inggris tersebut, Presiden Jokowi harus benar-benar memanfaatkan posisi Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB dalam usaha memperjuangkan kedudukan dan martabat Indonesia dalam pergaulan dengan bangsa lainnya di dunia. "Jangan keberadaan Indonesia di PBB itu hanya membantu agenda-agenda besar negara maju dan kuat saja," kata Rizki.

Pemerintahan Jokowi harus sadar bahwa perlakuan yang diterima ABK asal Indonesia di luar negeri merupakan cerminan dari harkat dan martabat negara serta bangsa Indonesia di mata dunia. "Karena itu, perlu perhatian serius dan sungguh-sungguh dari seorang presiden terkait permasalahan ini. Rakyat menunggu langkah-langkah tepat dan cepat Presiden Jokowi untuk menyelesaikan masalah ini agar ke depan kita bisa membawa harkat dan martabat Indonesia lebih tinggi lagi," demkkian Rizki Aulia Rahman Natakusumah. [A/3]

Editor: Akhir Tanjung

Tag:

Berita Terkait

Komentar