Hj Nevi Zuairina Sudah Bagikan 15.000 Sembako di Sumatera Barat

Selasa, 19 Mei 2020 | 22:49 WIB
Share Tweet Share

sembako

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM]-- Anggota Komisi VI DPR RI membidangi Perdagangan dan Perindustrian, Hj Nevi Zuairina awal pekan ini mengatakan, agar warga yang ada di Sumatera Barat dapat merasakan segala bantuan yang diberikan sebagai upaya untuk mengurangi dampak dari wabah virus Corona (Covid-19).

Sampai pekan terakhir puasa legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil II Provinsi Sumatera Barat ini telah menyalurkan 15 ton beras dan 15.000 paket sembako yang tersebar di seluruh Sumatera Barat. "Setelah penyaluran bantuan 5.000 paket sembako di Kabupaten Pasaman dan Agam, berarti sudah total 15.000 paket yang sudah kami sebarkan. Paket sembako 5.000 merupakan kerjasama antara Komisi VI DPR RI dengan BUMN untuk seluruh wilayah Indonesia," kata Nevi.

Sedangkan 10.000 paket merupakan upaya mandiri dan kerjasama dengan beberapa pihak swasta, perorangan maupaun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Selain paket sembako dari BUMN seperti Bulog, BRI, PLN dan lainnya, sebelumnya paket kelengkapan perlindungan kesehatan juga telah di salurkan. Penyaluran paket sembako dan APD sudah dilakukan mencapai Rp 500 juta di Sumatera Barat terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula, 20.000 buah masker, wastafel 10 unit, 1000 liter cairan desinfektan, 100 hand sanitizer, serta 20 unit pompa disinfektan. Pada acara penyerahan tersebut di antaranya hadir perwakilan Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri (BSM), BNI, BRI, Pegadaian, PLN, POS Indonesia, SBA, Telkom, serta Badan Urusan Logistik (Bulog).

Dikatakan, bantuan sembako, penyaluran alat pelindung diri dan penyerapan produk-produk UMKM telah dilakukan merata di seluruh Sumatera Barat bukan hanya dapilnya. Upaya menjangkau seluruh masyarakat Sumbar ia lakukan sesuai aspirasi masyarakat yang meminta agar jangan hanya menyalurkan di dapil saja. Soalnya, wilayah lain di Sumatera Barat banyak yang mengirim pesan ke dirinya baik berupa jaringan pribadi maupun melalui sosial media agar juga mendapat bantuan.

Penyerapan produk UMKM seperti masker kain, mukena, kain songket dan berbagai produk yang memberikan kemanfaatan keseharian dilakukan untuk membantu mengurangi penjualan produk yang sepi akibat wabah. Sudah seharusnya UMKM di musim lebaran ini panen usaha, tapi gagal akibat wabah sehingga omset menurun drastis bila dibandingkan tahun lalu. "Akibatnya usaha guncang karena keuntungan juga menurun drastis", demikian Hj Nevi Zuairina. [A/3]

Editor: Akhir Tanjung

Tag:

Berita Terkait

Komentar