Anang: Harus Buat Terobosan Atasi Stagnasi Ekraf dan Wisata

Kamis, 26 Maret 2020 | 21:20 WIB
Share Tweet Share

anang

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM]-- Sebelum virus Corona mewabah di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Desember tahun lalu, Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan para wisata merupakan salah satu penyumbang devisa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) selain pajak dan cukai.

Namun, penyebaran virus yang sudah merenggut nyawa ribuan manusia dan mewabah di sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia te;ah menjadikan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di tanah air ikut pula terimbas. Bahkan pemerintah harus melakukan terobosan kebijakan untuk mengatasi stagnasi sektor yang cukup besar dalam menghasilkan devisa negara tersebut.

Pegiat ekonomi kreatif sekaligus musisi kondang, Anang Hermansyah juga meminta Pemerintah untuk melakukan terobosan mengatasi stagnasi di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Indonesia sebagai dampak dari wabah Corona."Kafe, rumah karaoke dan tempat pertunjukan sudah tidak beriperasi alias tutup. Padahal, banyak masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidup mereka terutama sebagai pekerja di sektor ini. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat membuat terobosan untuk mengatasi masalah ini," ujar Anang dalam keterangan tertulis yang diterima Indonesiakoran.com, Kamis (26/3) malam.

Musisi kelahiran Jember, Jawa Timur, 18 Maret 1969 itu menambahkan, banyak pekerja seni khususnya yang beraktivitas di cafe menjadi pihak terdampak dari imbas wabah Corona ini. Mereka, menggantungkan hidupnya melalui pertunjukan di cafe-cafe. "Belum lagi, tidak sedikit dari mereka yang masih mencicil pembelian alat musiknya. Ini kenyataan yang diterima pekerja seni, sama seperti profesi lainnya yang juga terimbas wabah Corona," kata Anang,

Berkaitan dengan hal tersebut, anggota Komisi X DPR RI 2014-2019 yang juga Penasehat Ferderasi Serikat Musik Indonesia (Fesmi) mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk melakukan inovasi di tengah situasi yang serba sulit ini agar pekerja yang berada di ekosistem sektor pariwisata dan ekraf ini dapat bertahan di situasi seperti saat ini. "Perlu ada rumusan dan formulasi agar pelaku di sektor pariwisata dan ekraf ini dapat terbantu," kata Anang.

Anang menyebutkan, seandainya sistem big data mengenai lagu yang terkait dengan hak cipta dan royalti pencipta serta penyanyi lagu telah terbentuk, dampak wabah Corona ini dapat diminimalisir. "Karena kalau big data sudah terbentuk dengan baik, akan jelas dan transparan pembagian royalti yang diterima penyanyi dan pencipta lagu. Semoga situasi saat ini menjadi pemantik untuk segera dibentuk sistem big data musik Indonesia," demikian Anang Hermansyah. [A/3]

Editor: Akhir Tanjung

Tag:

Berita Terkait

Komentar