Yulius Rome, Rela Tinggalkan Profesi Guru Demi Jadi Calon Kepala Desa

Minggu, 06 Oktober 2019 | 22:13 WIB
Share Tweet Share

Yulius Rome. [foto: istimewa]

[BORONG, INDONESIAKORAN.COM] Desa Golo Mangung, Kecamatan Lamba Leda, merupakan satu dari total 68 desa di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak, 30 Oktober 2019 mendatang.

Ada empat nama yang tampil sebagai calon kepala Desa Golo Mangung. Keempatnya masing-masing adalah Saverius Daeng Aha, Remigius Danus, Engelbertus Hendrik Anam, dan Yulius Rome, SPd.

Dari keempat kandidat ini, nama Yulius Rome cukup menyita perhatian. Selain muda, kandidat nomor urut 4 ini ternyata rela meninggalkan profesi yang selama ini digelutinya yakni sebagai guru demi ikut bertarung merebut kursi kepala Desa Golo Mangung.

"Saya rela mengundurkan diri sebagai pengajar demi niat besar untuk membangun Desa Golo Mangung. Saya memiliki rasa keprihatinan yang amat mendalam terhadap progres pembangunan desa yang masih tertinggal jauh dari desa - desa lain," tutur Yulius, saat berbincang dengan indonesiakoran.com, di Borong, Minggu (6/10/2019).

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Yulius berjanji, jika kelak mendapatkan kepercayaan masyarakat dirinya berkomitmen untuk membangun desa dengan memaksimalkan potensi yang ada. Apalagi menurut dia, sumber daya alam Desa Golo Mangung cukup menjanjikan.

"Sumber daya alam di desa kita cukup lumayan. Namun, para pemimpin kita kurang berinovasi dan tidak bisa mengeksplorasi segala potensi yang ada. Padahal menjadi pemimpin itu harus banyak berinovasi, banyak menggali segala kemungkinan untuk bisa mendapatkan sumber pendapatan asli desa, dan tidak hanya mengandalkan pendapat desa dari satu sumber saja," kata pria kelahiran 4 Januari 1983 itu.

Bagi alumnus STKIP-YPUP Makassar ini, pemimpin desa juga harus paham tentang budgeting. Ini sangat penting, supaya semua kegiatan atau program terlaksana dengan efektif, efisien, dan akuntabel.

"Tidak sekadar menganggarkan, tapi juga harus bisa mengorganisir segala kegiatan atau program yang telah direncanakan dengan baik. Menyusun program hingga merealisasikannya, tentu membutuhkan orang yang memiliki kompetensi di bidangnya," tandas Yulius, yang sebelumnya mengabdi sebagai guru di SMK Negeri 1 Poco Ranaka, Mano.

Yang tidak kalah pentingnya, menurut dia, cerdas serta bekerja keras saja belum cukup untuk menjadi pemimpin. Sebab pemimpin harus pula memiliki niat yang tulus.

"Saya optimistis, dengan niat yang tulus, kerja keras serta kerja cerdas seorang pemimpin, ke depan Desa Golo Mangung pasti lebih maju dan suatu saat pasti mandiri," ujar Yulius, yang sebelumnya mengabdi sebagai guru bahasa Inggris di SMA PGRI 2 Makassar itu.

Ia pun berharap, masyarakat Desa Golo Mangung bisa memilih pemimpin yang memiliki niat, ketulusan hati, serta rasa memiliki untuk membangun desa ini lima tahun ke depan.

Reporter: Florianus Edi
Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar