Konferensi Studi Regional PMKRI di Mataram Hasilkan 5 Rekomendasi

Minggu, 08 September 2019 | 16:19 WIB
Share Tweet Share

Sekjend PP PMKRI Thomson Sabungan Silalahi dan Komda III PP PMKRI Ewaldus Bole, bersama ketua panitia pelaksana KSR dan para ketua presidium cabang PMKRI se-KOMDA III saat penutupan KSR. [foto: istimewa]

[MATARAM, INDONESIAKORAN.COM] Komisariat Daerah III (Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menyelenggarakan Konferensi Studi Regional (KSR) di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 4-7 September 2019.

Konferensi yang mengusung tema “Merajut Persatuan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Menyambut Bonus Demografi 2030” ini, menghasilkan lima rekomendasi penting.

"KSR kali ini telah menghasilkan beberapa rekomendasi kepada stakeholder terkait, khususnya pemerintah. Rekomendasi tersebut merupakan gagasan PMKRI se-KOMDA III dalam menanggapi masalah sumber daya manusia," jelas Ewaldus Bole, Komisaris Daerah III Pengurus Pusat PMKRI, usai kegiatan tersebut.

Adapun lima rekomendasi KSR PMKRI tersebut, masing-masing, pertama, di bidang ekonomi, pemerintah daerah perlu menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mengeksplorasi kreativitasnya, baik secara individu maupun kelompok, yang berbasis teknologi.

Kedua, di bidang budaya, pemerintah harus mengembalikan pendidikan berbasis local wisdom (muatan lokal) sebagai warisan budaya dengan diatur melalui Peraturan Daerah.

Ketiga, di bidang kesehatan, pemerintah daerah perlu melakukan pengembangan dan penguatan konsep beyond family planning dengan melakukan sosialisasi dan menyediakan fasilitas kesehatan.

Keempat, di bidang sosial politik, mendorong pemerintah untuk menerapkan pendidikan politik berbasis kebangsaan.

Kelima, di bidang pendidikan, mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pendidikan berbasis soft-skill di tingkat SMA atau sederajat dan Perguruan Tinggi.

"Saya menghimbau kepada semua peserta KSR, untuk menyampaikan hasil KSR ini kepada teman-teman di cabang masing-masing agar rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan bisa dikawal dan menjadi tanggung jawab bersama PMKRI se-KOMDA III," kata Ewaldus.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana KSR, Safrianus A Utus menjelaskan bahwa kegiatan KSR kali ini diikuti oleh 4 dari total 6 cabang PMKRI se-KOMDA III. Cabang-cabang yang hadir meliputi PMKRI Cabang Surabaya, PMKRI Cabang Malang, PMKRI Cabang Denpasar, dan PMKRI Cabang Mataram sebagai tuan rumah.

"PMKRI Cabang Madiun dan PMKRI Cabang Jember berhalangan hadir. Adapun jumlah peserta KSR seluruhnya 30 orang," jelas Safrianus.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Presidium PMKRI Cabang Mataram Adolfus Aku, mengatakan, KSR merupakan bagian dari pendidikan formal di internal PMKRI.

Untuk KSR kali ini, pihaknya sengaja mengusung tema “Merajut Persatuan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam menyambut Bonus Demografi 2030”.

"Kami melihat bahwa sumber daya manusia menjadi masalah yang harus ditanggapi dengan serius. Apalagi kita akan menghadapi bonus demografi tahun 2030. Oleh karena itu, kami perlu mengkaji dan menganalisa untuk menghasilkan rekomendasi yang menjadi gagasan PMKRI se-KOMDA III untuk pemerintah," kata Adolfus.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar