Pendukung Enam Caleg NasDem Buleleng Desak Pecat Somvir

Senin, 19 Agustus 2019 | 18:53 WIB
Share Tweet Share

Masa pendukung enam caleg NasDem Buleleng saat menggelar aksi di lobi Kantor DPW Partai NasDem Provinsi Bali. [foto: indonesiakoran.com/san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Pendukung enam (6) calon anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Buleleng dari Partai NasDem, mendesak DPW Partai NasDem Provinsi Bali memecat Dr Somvir dari keanggotaan Partai NasDem.

Desakan tersebut disampaikan dalam aksi di lobi Kantor DPW Partai NasDem Provinsi Bali Jalan Tukad Batanghari Denpasar, Senin (19/8/2019), di sela-sela sidang sengketa internal Partai NasDem Buleleng pasca-Pileg 2019.

IMG_20190819_195721

Sidang perdana ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Dewan Kehormatan Partai NasDem Gantiya Koespradono (DPP Partai NasDem), didampingi Wakil Ketua Majelis Hakim I Wayan Karta, SH, dan Agung Astawa serta anggota Deni Varindra. Sidang dihadiri langsung oleh calon anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Buleleng dari Partai NasDem yang terpilih pada Pileg 2019, Dr Somvir, selaku Termohon.

Hadir pula keenam calon anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Buleleng dari Partai NasDem, selaku Pemohon. Keenam caleg yang mengadukan Somvir masing-masing adalah I Made Teja, SSos, Nyoman Mudita, Nyoman Tirtawan, I Gusti Ngurah Wijaya Kusuma, I Made Arjaya, dan Made Westra.

Baca Juga:
Mahkamah Partai Mulai Sidangkan Kisruh Internal NasDem Buleleng

"Intinya, kami meminta agar pecat Dr Somvir dari keanggotaannya di Partai NasDem. Apa yang dilakukan Dr Somvir selama kampanye Pileg 2019, sangat tidak beretika serta melanggar aturan yang ada. Jangan lagi ada kader seperti itu di Partai NasDem," kata salah seorang pendukung keenam caleg, dalam aksi tersebut.

Menurut dia, banyak dugaan pelanggaran yang dilakukan Somvir selama masa kampanye Pileg 2019. Mulai dari dugaan money politic, pelibatan anak di bawah umur hingga laporan dana kampanye sebesar Rp 0 oleh Somvir.

"Apa benar caleg kampanye tanpa dana sama sekali? Ini tidak masuk akal. Ini fatal. Dalam laporan dana kampanyenya, Somvir justru melaporkan nol rupiah dana kampanye. Ini melanggar ketentuan yang ada," tandasnya.

IMG_20190819_195154

Selain berorasi, mereka juga membawa sejumlah spanduk. Spanduk-spanduk tersebut di antaranya berisi tulisan 'Somvir Merusak Demokrasi Dengan Money Politic' hingga 'LPPDK Nol! Spiritualis Dusta'.

Usai sidang perdana Mahkamah Partai berlangsung, aksi para pendukung keenam caleg NasDem ini juga diakhiri. Aksi ini tampak berlangsung tertib.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

Putu Artha Berlabuh ke Partai NasDem

Sabtu, 03 Juni 2017
Politik

Ogah Nyaleg di Bali, Putu Artha Pilih Sulteng

Minggu, 04 Juni 2017

Komentar