Mahkamah Partai Mulai Sidangkan Kisruh Internal NasDem Buleleng

Senin, 19 Agustus 2019 | 17:52 WIB
Share Tweet Share

Majelis Hakim Partai NasDem saat memimpin sidang sengketa internal Partai NasDem Buleleng. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Mahkamah Partai NasDem menggelar sidang sengketa internal Partai NasDem Buleleng pasca-Pileg 2019, Senin (19/8/2019). Sidang perdana ini berlangsung di Kantor DPW Partai NasDem Provinsi Bali Jalan Tukad Batanghari Denpasar.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dewan Kehormatan Partai NasDem Gantiya Koespradono (DPP Partai NasDem), didampingi Wakil Ketua Majelis Hakim I Wayan Karta, SH, dan Agung Astawa serta anggota Deni Varindra. Sidang perdana ini berlangsung sekitar dua jam.

Seperti disaksikan, sidang dihadiri langsung oleh calon anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Buleleng dari Partai NasDem yang terpilih pada Pileg 2019, Dr Somvir, selaku Termohon.

Hadir pula keenam calon anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Buleleng dari Partai NasDem, selaku Pemohon. Keenam caleg yang mengadukan Somvir masing-masing adalah I Made Teja, SSos, Nyoman Mudita, Nyoman Tirtawan, I Gusti Ngurah Wijaya Kusuma, I Made Arjaya, dan Made Westra.

IMG_20190819_185202

"Intinya, sidang perdana ini mengagendakan penyampaian materi permohonan oleh Pemohon, juga jawaban oleh Termohon," jelas Wakil Ketua Majelis Hakim I Wayan Karta, SH, usai sidang yang berlangsung tertutup ini.

Dikatakan, setelah mendengarkan pokok gugatan yang disampaikan para Pemohon, Majelis Hakim Mahkamah Partai NasDem menyimpulkan bahwa gugatan para Pemohon perlu diperbaiki. Perbaikan dilakukan, karena saat ini permohonan para Pemohon justru disatukan atau digabung.

"Pemohon ada enam orang. Sementara materi permohonan digabung. Jadi kita beri kesempatan untuk memperbaiki. Berkas permohonan harus dibuat satu per satu, tidak boleh digabung," tutur Karta, yang juga Ketua Badan Hukum (Bahu) DPW Partai NasDem Provinsi Bali.

Soal materi gugatan para Pemohon, Karta menjelaskan, masih seputar dugaan money politic, pelibatan anak di bawah umur hingga tidak adanya dana kampanye yang dilaporkan oleh Termohon.

Soal tuntutan para Pemohon, diakuinya adalah mencabut keanggotaan Termohon serta memecat Termohon sebagai kader Partai NasDem.

"Untuk sidang lanjutan akan kami gelar tanggal 28 Agustus. Soal keputusan, tergantung nanti proses dalam persidangan. Prinsipnya, kami di Mahkamah Partai pasti independen. Kami memegang konstitusi organisasi dalam mengambil keputusan," tandas Karta.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

Putu Artha Berlabuh ke Partai NasDem

Sabtu, 03 Juni 2017
Politik

Ogah Nyaleg di Bali, Putu Artha Pilih Sulteng

Minggu, 04 Juni 2017

Komentar