Pilkada Serentak, Koster: Anggaran Harus Efisien, Jangan Boros

Senin, 12 Agustus 2019 | 21:44 WIB
Share Tweet Share

Gubernur Bali Wayan Koster (kanan) dan Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, jelang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali. [foto: humas dprd bali]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Pilkada dilaksanakan serentak, dengan pertimbangan utama efektivitas anggaran. Karena itu, anggaran untuk Pilkada Serentak seharusnya lebih efisien, jangan malah terjadi pemborosan.

Demikian ditegaskan Gubernur Bali Wayan Koster, saat dikonfirmasi wartawan usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (12/8/2019).

"Pilkada Serentak mesti lebih efisien. Jangan sampai lebih boros. (Kalau boros) Itu salah kalau begitu. Nanti saya pelajari anggarannya," kata Koster.

Ia tak menampik, untuk anggaran Pilkada Serentak 2020, memang sudah diajukan oleh KPU dan Bawaslu Provinsi Bali. Anggaran tersebut, khususnya dari APBD Provinsi Bali, diarahkan untuk kepentingan sosialisasi dan pemantauan atau pengawasan.

"Ada juga kebutuhan anggaran dari KPU Provinsi Bali dan Bawaslu Provinsi Bali. Anggaran itu untuk agenda sosialisasi dan pemantauan. Nanti akan saya pelajari," ujar Koster, yang juga Ketua DPD PDIP Provinsi Bali.

Soal anggaran untuk pelaksanaan, menurut dia, tentu dialokasikan dari APBD Kabupaten/ Kota se-Bali yang melaksanakan Pilkada. Bahkan Koster mengaku sudah mengecek alokasi anggaran tersebut di kabupaten dan kota.

"Kan ini lebih banyak ranah kabupaten dan kota. Saya sudah melihat kebutuhan per kabupaten dan kota, yang sudah dialokasikan melalui APBD. Jadi tidak ada masalah soal anggaran," jelas Koster.

Seperti diketahui, lima daerah akan melaksanakan Pilkada Serentak 2020 mendatang. Kelimanya adalah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Karangasem, Tabanan, dan Jembrana.

Dari lima daerah ini, empat di antaranya merupakan daerah yang dikuasai PDIP. Sementara satu di antaranya, Kabupaten Karangasem, dikuasai Partai NasDem.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

PPP Buka Pendaftaran Pilkada 2018

Sabtu, 03 Juni 2017
Politik

Pilkada di Bali Terancam Ditunda

Rabu, 07 Juni 2017

Komentar