Pemilu Serentak, Pileg Kalah Pamor?

Jumat, 19 April 2019 | 16:37 WIB
Share Tweet Share

Ketua DPD PDIP Provinsi Bali Wayan Koster, saat memberikan keterangan pers, Kamis (18/4/2019). [foto: indonesiakoran.com/san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Untuk pertama kalinya, Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif di Indonesia digelar serentak. Pemilu dilaksanakan serentak, dengan alasan agar lebih efisien baik dari segi waktu maupun biaya.

Namun, banyak fakta menarik di lapangan yang ditemukan. Di antaranya, adanya kesulitan pemilih dalam mencoblos 5 surat suara sekaligus. Selain itu, tak sedikit pemilih yang hanya mencoblos surat suara Pemilu Presiden.

Di beberapa TPS di Bali misalnya, rata-rata surat suara Pemilu Presiden habis tercoblos. Sementara surat suara Pemilu Legislatif, banyak yang tidak dicoblos.

Selain karena rumit, kondisi tersebut disinyalir sebagai fenomena jatuhnya pamor Pileg dibandingkan gegap gempita Pilpres yang dibumbui dengan berbagai isu yang menyertainya.

Bahkan tingginya tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 ini dibanding Pemilu terdahulu, juga lebih banyak dikatrol animo masyarakat yang ingin memenangkan pasangan capres-cawapres yang didukungnya.

Disinggung soal fenomena ini, Ketua DPD PDIP Provinsi Bali Wayan Koster, enggan berkomentar banyak. Ia justru berkilah, tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi tentu berdampak positif bagi Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif.

"Belum tentu pamor Pileg menurun. Ini kan masih sedikit data yang masuk di KPU. Kita lihat nanti," ujar Koster, dalam keterangan pers di Denpasar, Kamis (18/4/2019).

Menurut Gubernur Bali ini, hal paling penting dalam Pemilu Serentak 2019 ini adalah meningkatnya partisipasi pemilih ke TPS dan menggunakan hak pilihnya.

"Apapun itu, ini menjadi satu kesatuan. Ketika masyarakat berbondong-bondong ke TPS dan memilih capres-cawapres serta calon anggota legislatif, itu sesuatu yang luar biasa. Kalau lebih banyak yang coblos surat suara Pemilu Presiden, itu wajar karena hanya satu. Mudah. Memang untuk surat suara Pemilu Legislatif ada empat kartu suara. Saya aja bingung lipatnya kemarin," seloroh Koster.

Terlepas dari itu, Koster tak menampik bahwa riuhnya isu yang menyertai Pemilu Presiden cukup untuk memotivasi masyarakat datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

"Pilpres dan Pileg yang digelar serentak ini merupakan motivasi tersendiri untuk masyarakat. Jadi memacu kehadiran mereka ke TPS," pungkas Koster.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar