Pileg "Brutal", Demokrat Bali Akui Kehilangan 1 Kursi ke Senayan

Jumat, 19 April 2019 | 14:50 WIB
Share Tweet Share

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta didampingi Ketua Dewan Kehormatan DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Putu Suasta. [foto: indonesiakoran.com/san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali I Made Mudarta, menyebut Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 khususnya di Bali, sebagai Pemilu paling “brutal”.

Ia mengatakan hal tersebut, mencermati hasil Pileg 17 April 2019. Pasalnya, banyak calon anggota legislatif (Caleg) terpilih bukan karena hasil pertarungan murni, tetapi lebih karena yang berkuasa jor-joran dana bansos (bantuan sosial).

“Ini Pileg paling brutal dan abnormal. Pileg kali ini, partai (yang jor-joran) bansos jadi juaranya," tandas Mudarta, di Denpasar, Kamis (19/4/2019) sore.

Atas kondisi ini, Mudarta yang didampingi Ketua Dewan Kehormatan DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Putu Suasta, tak menampik jika suara Partai Demokrat di Pulau Dewata banyak yang tergerus.

Hal tersebut berdampak pada proyeksi perolehan kursi Partai Demokrat, baik di DPR RI, DPRD Provinsi Bali maupun DPRD Kabupaten/Kota se-Bali. Bahkan menurut Mudarta, dari 2 kursi DPR RI saat ini yang ditempati kader Partai Demokrat dari Bali, 1 kursi terancam hilang.

"Satu kursi itu pasti. Tetapi satu kursi lagi, mungkin sulit kita pertahankan," tandas Mudarta.

Kondisi serupa juga terjadi di DPRD Provinsi Bali. Dari total 8 kursi yang direbut Partai Demokrat hasil Pemilu Legislatif 2014, Mudarta mengaku, kemungkinan akan kehilangan 2 kursi pada Pemilu Legislatif 2019 ini.

"Kemungkinan kita kehilangan dua kursi, dari delapan kursi saat ini. Hal serupa juga terjadi di beberapa kabupaten. Meski demikian, masih ada yang bertahan, ada juga yang naik sedikit," jelas Mudarta.

Pihaknya tidak mempersoalkan situasi ini. Sebab bagi Mudarta, Pemilu 2019 ini memang menjadi puncak kejayaan PDIP.

"Kami pernah mengalami situasi seperti ini tahun 2004 dan 2009. Jadi ini hal biasa. Kami yakin, 2024 nanti akan menjadi momentum bagi Partai Demokrat untuk kembali berkibar," pungkasnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

Ogah Nyaleg di Bali, Putu Artha Pilih Sulteng

Minggu, 04 Juni 2017
Politik

Yusril Tegaskan Siap Jadi Capres

Kamis, 22 Juni 2017

Komentar