Gunastawa: Jangan Karena Ambisi Satu Orang, Keragaman Dimusnahkan

Sabtu, 13 April 2019 | 19:16 WIB
Share Tweet Share

Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, di panggung Partai NasDem di Bundaran HI Jakarta. [foto: indonesiakoran.com/san edison]

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM] Kampanye akbar pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Amin), digelar di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Kampanye pamungkas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu dipusatkan di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Selain di GBK, beberapa lokasi juga dijadikan titik kampanye, termasuk di Bundaran HI Jakarta.

Khusus kampanye di Bundaran HI Jakarta, diwarnai atraksi budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya, atraksi budaya persembahan DPW Partai NasDem Provinsi Bali.

Untuk memeriahkan kampanye pamungkas pasangan Jokowi-Amin ini, DPW Partai NasDem Provinsi Bali mengirim 1.000 penari dari Pulau Dewata. Rinciannya 500 penari Pendet, dan sisanya 500 penari Kecak, pengiring ogoh-ogoh, serta sekehe baleganjur.

Sekitar Pukul 10.45, para penari yang didatangkan langsung dari Bali mendapat kesempatan untuk tampil.

Seperti disaksikan, 500 penari Pendet tampak berbaris di sekitar Bundaran HI hingga di depan Tower BCA Jalan Sudirman Jakarta. Dengan lemah gemulai, mereka kemudian menari, diiringi musik khas pengiring Tari Pendet.

Penampilan para penari Bali ini menarik perhatian kader Partai NasDem dan partai lainnya yang berkumpul di sekitar Bundaran HI. Bahkan momen tersebut dimanfaatkan mereka yang hadir, untuk berswafoto dengan para penari.

500 orang penari Pendet ini tampak mengenakan baju putih dengan kombinasi bawahan warna biru, warna kebesaran Partai NasDem. Di tangan mereka, ada sesajian dan bunga yang ditaburkan saat menari.

Tak sampai di sini, sebab kawasan Bundaran HI semakin bergetar dengan penampilan penari Kecak hingga pentas ogoh-ogoh. Mereka tampak mengenakan baju kaus berwarna biru, lengkap dengan tulisan Restorasi Indonesia, yang merupakan visi Partai NasDem. Kostum mereka dipadukan dengan bawahan kain poleng (kotak-kotak hitam putih, red).

Adapun ogoh-ogoh yang diarak pada kesempatan tersebut bertema Bagia Pulakerthi, yang didatangkan langsung dari Banjar Tubuh, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Penampilan ogoh-ogoh ini juga tak kalah mencuri perhatian warga yang melintas di Jalan Sudirman Jakarta maupun peserta kampanye Jokowi-Amin di Bundaran HI.

Setahun Terbelah, Mari Sambut 17 April dengan Riang Gembira

Terhadap keseluruhan penampilan dari Bali ini, Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa mengaku sangat puas. Apalagi di bawah terik matahari, para penari tetap tampil maksimal dengan suasana hati yang riang gembira.

"Ini sangat positif. Pesan ini penting, bahwa suasana gembira itu masih banyak dirasakan oleh masyarakat Indonesia dalam menyongsong proses demokrasi 17 April mendatang. Semoga seluruh rangkaian proses ini memenuhi harapan seluruh masyarakat Indonesia," tutur Gunastawa.

Ia yakin, pesan kegembiraan yang disampaikan oleh para penari Bali, bisa didengar oleh seluruh masyarakat Indonesia.

"Apalagi ini dilihat oleh ratusan juta masyarakat Indonesia. Kita melihat suasana Indonesia ini tetap harmoni dan semakin baik. Harapannya, kita tetap bersepakat mengawal Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika," tandas Gunastawa, yang juga calon anggota DPR RI Dapil Bali dari Partai NasDem ini.

Jangan Karena Ambisi Satu Orang, Keragaman Dimusnahkan

Selain itu, lanjut Gunastawa, parade budaya yang ditunjukkan dalam kampanye akbar Jokowi-Amin kali ini, juga memberikan pesan khusus tentang betapa kayanya bangsa ini akan keragaman seni, adat istiadat dan budaya.

Apalagi pada kesempatan tersebut, seni dan budaya dari daerah lainnya di Indonesia juga dipertontonkan di Bundaran HI.

"Ini salah satu cara kita memberikan pesan, bahwa di penghujung kampanye setelah setahun terkesan terbelah, terutama soal ideologi, maka dengan tampilnya parade budaya ini terketuk hati seluruh masyarakat Indonesia, agar jangan ada yang main-main dengan keberagaman, dengan kebhinekaan. Kalau ini dimusnahkan hanya untuk ambisi satu orang, sayang sekali," tegas Gunastawa.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

Putu Artha Berlabuh ke Partai NasDem

Sabtu, 03 Juni 2017
Politik

Ogah Nyaleg di Bali, Putu Artha Pilih Sulteng

Minggu, 04 Juni 2017

Komentar