Togar: Sebab Diberkahi Alam Bali, Saatnya Saya Mengabdi untuk Bali

Senin, 08 April 2019 | 22:38 WIB
Share Tweet Share

Calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar, Togar Situmorang. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, merasa beruntung bisa meniti karir di Bali. Ia seperti diberkahi alam Pulau Dewata, sehingga bisa mencapai kondisi saat ini.

Advokat yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi majalah PropertynBank ini menyadari, apa yang didapatkannya harus disyukuri. Salah satunya adalah dengan mengabdi untuk Bali.

Advokat yang dijuluki Panglima Hukum itu pun telah memulai pengabdiannya, misalnya dengan cara memberikan bantuan hukum secara cuma - cuma kepada masyarakat yang memperjuangkan keadilan namun kesulitan biaya. Ia juga banyak membantu mereka yang mengalami kesulitan secara ekonomi.

Baca Juga:
Togar Situmorang Optimis Melenggang Mulus ke DPRD Bali, Karena Ini

Tak cukup sampai di situ, Togar yang siap melindungi masyarakat kecil dari para mafia tanah yang merajalela di Pulau Dewata ini pun mencoba memperluas pengabdiannya, dengan tampil sebagai calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar.

Jika kelak dipercaya duduk di lembaga legislatif, Togar yang tengah menyelesaikan studi S3 Ilmu Hukum di Universitas Udayana ini ingin berjuang di Komisi I yang membidangi masalah hukum dan pertanahan.

Misi dan pengabdian mulianya jelas, yakni untuk bisa lebih maksimal bersinergi dengan pihak kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya dalam menyelamatkan dan melindungi rakyat Bali, dengan menyikat dan memberantas mafia tanah yang meresahkan masyarakat.

Baca Juga:
Jika Terpilih Togar Situmorang Lirik Kursi Komisi I DPRD Bali, Kenapa?

"Setelah diberkahi alam Bali, dibesarkan oleh Bali, kini saatnya saya mengabdi untuk Bali," kata Togar, saat ditemui di Kantor Hukum Law Firm Togar Situmorang & Associates, di Denpasar, Senin (8/4/2019).

Caleg milenial yang mengusung tagline "Siap Melayani Bukan Dilayani" itu berharap, penyelesaian terhadap kasus-kasus perampasan atas tanah yang terjadi ke depan harus dilakukan dengan membentuk suatu Lembaga Ad Hoc.

Dengan demikian, kata Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali itu, ketika ada seorang yang dirampas tanahnya, maka mereka memiliki wadah yang dinaungi oleh lembaga resmi yang dibentuk pemerintah.

Baca Juga:
Togar Situmorang Komit Bela Rakyat Kecil Tanpa Imbalan

Sehingga nantinya, lanjut Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPKRI) Provinsi Bali ini, ketika rakyat kecil harus berpekara di Pengadilan Agraria mereka sudah memiliki dukungan kuat, serta bisa diselesaikan secara adil dan memiliki kepastian hukum.
 
"Itu yang akan saya perjuangkan, tidak boleh ada sengketa tanah yang rugikan warga Bali. Tidak boleh ada tanah di Bali yang dimiliki dengan cara melawan hukum," ujar Managing Partner Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum 5A Renon, Jalan Bypass Ngurah Rai 407 Sanur, dan juga rekanan OTO 27 yaitu bisnis usaha yang bergerak di bidang Insurance AIA, property penjualan villa, showroom mobil, showroom Motor Harley Davidson, food court dan barber shop di Jalan Gatot Subroto Timur 22 Denpasar ini.

Seperti yang terjadi saat ini, kata dia, pergerakan para mafia tanah di Bali makin masif. Mereka "gentayangan" mencari korban yang notabene masyarakat kecil. Keadilan pun tidak berpihak pada korban mafia tanah.

Baca Juga:
Butuh Bantuan Hukum Tapi Kesulitan Biaya? Togar Siap Membantu, Gratis!

Penegakan hukum terkait mafia tanah ini di Bali, ucapnya, masih ibarat "pedang yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas". Pihak kepolisian "mandul" dan gagal membongkar jaringan mafia tanah yang membuat onar di Bali.

Kondisi ini membuat Togar prihatin sekaligus geram. Advokat senior yang konsisten membela rakyat kecil ini mengaku sangat sedih Bali "diobok-obok" para mafia tanah.

"Saya prihatin, miris dengan persoalan hukum permasalahan tanah yang ada di masyarakat Bali. Harusnya mafia tanah ini disikat, kepolisian jangan mandul," pungkas Ketua POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Kota Denpasar ini.

Screenshot_2019-03-20-13-00-39_com.outthinking.collagelayout_1553058080812_1554135352014_3

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar