Ajak ke TPS Pakai Baju Putih, Togar: Coblos Jokowi, Pilih Caleg Bersih

Senin, 01 April 2019 | 23:16 WIB
Share Tweet Share

Calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar, Togar Situmorang. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar Togar Situmorang, SH, MH, MAP, menyambut positif ajakan Calon Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar seluruh pendukungnya menggunakan baju warna putih saat mendatang tempat pemungutan suara (TPS) tanggal 17 April mendatang.

Caleg milenial yang mengusung tagline 'Siap Melayani Bukan Dilayani' itu berpandangan, ajakan tersebut dilontarkan Jokowi karena tidak ingin ada warga yang tidak memilih alias golongan putih (golput) pada Pemilu 2019 ini.

“Pemilu 2019 menghabiskan banyak anggaran hingga triliunan rupiah. Akan rugi besar jika masyarakat tidak berpartisipasi untuk menyalurkan hak suaranya,” tutur Togar, di Denpasar, Senin (1/4/2019).

Baca Juga:
Togar Situmorang Optimis Melenggang Mulus ke DPRD Bali, Karena Ini

Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum 5A Renon, Jalan Bypass Ngurah Rai 407 Sanur, dan merupakan rekanan OTO 27 yaitu bisnis usaha yang bergerak di bidang Insurance AIA, property, penjualan villa, showroom mobil, showroom motor Harley Davidson, food court dan juga barber shop di Jalan Gatot Subroto Timur 22 Denpasar, ini pun mengajak pendukung pasangan Jokowi-Amin, untuk datang ke TPS mengenakan baju putih serta memilih Jokowi-Amin.

“Mari kita ke TPS dengan baju putih, dengan hati bersih dan hati nurani untuk juga memilih calon presiden yang bersih, tidak korupsi selama memimpin Indonesia dan juga merakyat, yakni Jokowi,” ajak Togar, yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah PropertynBank.

Screenshot_2019-04-02-00-12-57_com.outthinking.collagelayout_1554135239723

Advokat yang dijuluki Panglima Hukum itu menyebut, kostum putih sudah menjadi ciri khas Jokowi bersama Calon Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin selama ini. Warna itu mencerminkan ketulusan dan kebersihan hati mengabdi dan bekerja menyejahterakan rakyat Indonesia. Tidak ada niatan untuk memperkaya diri sendiri, apalagi korupsi.

“Diimbau menggunakan baju putih, bermakna untuk putihkan Indonesia serta sucikan hati. Jangan melihat perbedaan pilihan, karena kita semua satu bangsa,” tutur Togar, yang pada Pilgub Bali 2018 menjadi Ketua Tim Advokasi Cagub-Cawagub Mantra-Kerta.

Baca Juga:
Butuh Bantuan Hukum Tapi Kesulitan Biaya? Togar Siap Membantu, Gratis!

Ketua POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Kota Denpasar ini menambahkan, ajakan menggunakan baju putih tidak bisa dikategorikan sebagai mobilisasi pemilih. Sebab yang diatur oleh KPU adalah tidak boleh melakukan kampanye atau tidak boleh ada atribut di sekitar area TPS.

“Capres dan cawapres boleh-boleh saja mengerahkan pendukungnya untuk ke TPS, selagi tidak mengintimidasi dengan memaksa memilih,” kata Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPKRI) Provinsi Bali ini.

Baca Juga:
Togar Situmorang Komit Bela Rakyat Kecil Tanpa Imbalan

Selain mengajak masyarakat mencoblos Jokowi-Amin, Togar yang juga Dewan Penasehat Forum Bela Negara Provinsi Bali ini juga mengharapkan warga agar cerdas memilih calon wakil rakyat ke depan.

Setidaknya, rakyat memberikan kepercayaan kepada caleg dengan berpendidikan memadai, punya pekerjaan dan berpenghasilan cukup. Caleg juga harus bersih, tidak terlibat tindak pidana, bermoral baik, serta tidak tersangkut narkoba.

Baca Juga:
Pasar Badung Megah dan Rapi, Togar: Bisa Jadi Ikon Ekonomi Kerakyatan

“Kan saat ini banyak pejabat termasuk dewan yang kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK. Jadi pilih yang betul-betul bersih, taat agama, takut berbuat dosa agar tidak korupsi nantinya,” ajak Togar.

“Coblos nomor urut 7 dari Partai Golkar di kertas suara warna biru untuk DPRD Provinsi Bali, untuk anggota legislatif yang anti korupsi dan anti intoleransi,” pungkas advokat dermawan yang kerap memberikan bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu dan tertindas dalam penegakan hukum ini.

Screenshot_2019-03-20-13-00-39_com.outthinking.collagelayout_1553058080812_1554135352014

Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

Ogah Nyaleg di Bali, Putu Artha Pilih Sulteng

Minggu, 04 Juni 2017
Politik

Yusril Tegaskan Siap Jadi Capres

Kamis, 22 Juni 2017

Komentar