Togar: Elit Jangan Jadi "Otak Pelaku Teror" Demokrasi

Senin, 25 Maret 2019 | 22:27 WIB
Share Tweet Share

Calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar, Togar Situmorang. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Masa kampanye terbuka atau kampanye rapat umum Pemilu 2019, telah dimulai. Untuk sementara, kampanye rapat umum berjalan lancar, tak terkecuali di Bali.

Meski demikian, sebagaimana pengalaman sebelumnya, pelaksanaan kampanye terbuka tentu menyimpan kerawanan. Potensi gesekan jelas sangat terbuka, karena ada pengerahan massa dalam jumlah besar.

Baca Juga:
Butuh Bantuan Hukum Tapi Kesulitan Biaya? Togar Siap Membantu, Gratis!

Kondisi ini mendapat catatan dari calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar, Togar Situmorang, SH, MH, MAP, di Denpasar, Senin (25/3/2019).

Ia meminta, agar jangan sampai terjadi konflik vertikal maupun horizontal dalam tahapan Pemilu jelang pencoblosan ini. Advokat senior yang dijuluki "Panglima Hukum" itu bahkan secara khusus mengingatkan pihak kepolisian agar senantiasa mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.

"Aparat keamanan harus super waspasa. Jangan hanya karena pesta demokrasi masyarakat yang akan rugi dan menjadi korban," kata Managing Partner Law Firm Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum 5A Renon, Jalan By Pass Ngurah Rai Sanur, dan Jalan Gatot Subroto Timur 22 Denpasar itu.

Baca Juga:
Togar Situmorang Optimis Melenggang Mulus ke DPRD Bali, Karena Ini

Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini menambahkan, aparat keamanan jangan sampai kecolongan. Keamanan dan kondusivitas, disebutnya harus menjadi prioritas utama.

"Tapi tidak cukup kewaspadaan dan kesigapan pihak Polri dan TNI dalam mengamankan Pemilu di Bali, tapi butuh komitmen kita semua. Utamanya, ya, para elit partai politik dan caleg bersangkutan," tandas Togar, yang juga pengamat kebijakan publik ini.

Baca Juga:
Togar Situmorang Komit Bela Rakyat Kecil Tanpa Imbalan

Caleg milenial ini bahkan mengimbau para elit politik, agar jangan malah menjadi "otak pelaku teror" dalam pesta demokrasi ini. Biarkan rakyat larut dalam suka cita demokrasi, bukan malah duka cita.

"Biarkan rakyat bebas memilih sesuai hati nurani dan keyakinannya. Jangan ada intimidasi hanya karena beda pilihan. Sebab ini juga bisa berujung pada perpecahan, konflik horizontal maupun vertikal. Biar mantul (mantap betul) pesta yang akan kita meriahkan di tanggl 17 april 2019 mendatang," ujarnya.

"Demokrasi itu kan ibarat laskar pelangi. Beda warna ini yang buat indah. Kalau satu warna partai politik kan namanya bukan demokrasi," imbuh caleg dengan komitmen "anti korupsi dan anti intoleransi serta "siap melayani bukan dilayani" itu.

Baca Juga:
Togar Komit Bantu Biaya Pendidikan Anak Perempuan Berprestasi

Screenshot_2019-03-20-13-00-39_com.outthinking.collagelayout_1553058080812_3

Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

TNI AD Siap Hancurkan ISIS

Selasa, 30 Mei 2017
Politik

ISIS Sudah Menyebar di Semua Provinsi

Senin, 12 Juni 2017

Komentar