Gus Oka Protes Keras Pencopotan Spanduk "Bukan Hasil Korupsi"

Jumat, 08 Februari 2019 | 14:31 WIB
Share Tweet Share

Salah satu spanduk yang dinilai Bawaslu Kabupaten Buleleng yang kontennya tidak sesuai peraturan perundang-undangan. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buleleng melayangkan surat peringatan kepada DPC Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Buleleng, tertanggal 4 Februari 2019.

Surat dengan Nomor 069/ K.Bawaslu - Prov.BA - 03/ PM.04/ II/ 2019 yang ditandatangani Ketua Bawaslu Kabupaten Buleleng Putu Sugi Ardana, SH, MH, ini intinya meminta DPC Partai NasDem Kabupaten Buleleng agar mencopot spanduk yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

DPC Partai NasDem Kabupaten Buleleng bahkan diberikan waktu 1 x 24 jam untuk menurunkan sendiri spanduk dimaksud. Lantaran tidak diturunkan, Bawaslu Kabupaten Buleleng akhirnya menurunkan sekitar 200 spanduk yang dinilai tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan tersebut.

Spanduk yang dicopot tersebut berisi gambar calon anggota DPR RI nomor urut 1 Dapil Bali dari Partai NasDem yang juga Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa. Selain gambar, nama, dan nomor urut, dalam spanduk dimaksud juga diisi tulisan "Spanduk Ini Bukan Hasil Korupsi".

Screenshot_2019-02-08-15-24-48_com.outthinking.collagelayout_1549610714960_1

Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

Pencopotan spanduk "Bukan Hasil Korupsi" ini pun mendapat reaksi keras Gus Oka, sapaan akrab Ida Bagus Oka Gunastawa. Menurut dia, alasan Bawaslu Kabupaten Buleleng melakukan penertiban tersebut, cukup nyeleneh.

"Kok aneh? Katanya, kontennya tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Itu alasan yang tidak masuk akal. Sebab kita bisa pertanggungjawabkan itu," tegas Gus Oka, di Denpasar, Jumat (8/2/2019).

Soal tulisan dalam spanduk tersebut membuat pihak-pihak tertentu tersinggung, Gus Oka mengatakan, sama sekali tidak ada niat untuk menyinggung pihak manapun.

"Kita tidak sedang menyindir pihak lain. Ini murni sebagai salah satu bentuk komitmen moral saya secara pribadi selaku calon anggota legislatif. Kami mulai dengan mendidik diri sendiri. Minimal kalau nanti terpilih, saya ingat dengan ribuan spanduk yang saya pasang itu, untuk mengawal integritas saya. Kalau sampai ada yang tersinggung, bagus dong. Berarti ada sesuatu itu," ujar Gus Oka.

Ia sendiri belum memikirkan untuk melayangkan gugatan terkait pencopotan spanduk tersebut. "Kita pelajari dulu. Bisa saja kita ajukan gugatan," pungkasnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

Putu Artha Berlabuh ke Partai NasDem

Sabtu, 03 Juni 2017
Politik

Ogah Nyaleg di Bali, Putu Artha Pilih Sulteng

Minggu, 04 Juni 2017

Komentar