KERIS Bebas dan Panen Dukungan, Togar: Kami Siap Ngayah

Selasa, 22 Januari 2019 | 20:36 WIB
Share Tweet Share

Calon anggota DPD RI I Ketut Putra Ismaya Jaya (kiri) dan calon anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar Togar Situmorang (kanan). [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Nama I Ketut Putra Ismaya Jaya atau yang akrab disapa "KERIS", sempat tersandung kasus penurunan baliho. Namun Minggu (20/1/2019), KERIS bebas dari Lapas Kerobokan, Denpasar.

Setelah kembali menghirup udara segar, KERIS kembali mantap menatap pertarungan pada Pileg 2019. Maklum, KERIS tercatat sebagai salah satu calon anggota DPD RI Dapil Bali.

Bahkan setelah bebas, KERIS mendapat energi dan spirit baru. Calon Senator nomor urut 32 itu juga panen dukungan menuju Senayan. Para sahabat dan rekan-rekan juga menyambut hangat kembalinya KERIS.

Baca Juga:
Jaga Taksu Bali, Togar Situmorang Sinergi dengan KERIS

Salah satu sahabat KERIS yang mengaku gembira adalah adalah advokat kawakan dan pemerhati kebijakan publik, Togar Situmorang, SH, MH, MAP. Calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar ini meyakini, KERIS akan kembali mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Bali pasca ujian yang sudah dilalui dengan mulus.

"Ismaya memasuki babak baru untuk menuju kursi DPD RI. Dan ternyata dukungan dari krama Bali makin menguat agar Ismaya sebagai penyambung aspirasi masyarakat di Senayan," kata Togar, yang juga kuasa hukum KERIS ini, di Denpasar, Selasa (22/1/2019).

Sebagai kuasa hukum KERIS, Togar mengungkapkan sangat berbahagia karena kliennya bebas dan mampu melewati masa tahanan selama lima bulan kurungan. Kendati secara pribadi ia bersyukur kliennya bebas, namun dari perspektif hukum, dirinya tetap merasa kecewa karena putusan masih diwarnai kejanggalan.

Advokat yang dijuluki "Panglima Hukum" itu menyebut, sejak mencuatnya kasus penurunan baliho yang dimulai dengan adanya laporan model A hingga putusan, banyak pertimbangan yang tidak dimasukkan dalam putusan Majelis Hakim.

"Adanya laporan model A sampai dalam tahap pemeriksaan, penyidikan sampai disidangkan di pengadilan. Adanya saksi-saksi itu semua tidak ada satu pun alat bukti atau saksi yang menunjukkan adanya perbuatan yang disangkakan dilakukan Pak Ismaya," beber Togar, yang juga Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Bali itu.

Baca Juga:
Togar Situmorang dan KERIS Bantu Korban Gempa Lombok

Terlepas dari ketidakpuasan akan putusan hakim hingga KERIS menjalankan hukuman secara penuh, pria berdarah Batak ini berharap, KERIS terus melanjutkan perjuangannya menuju kursi DPD RI. Dari sisi hukum, pihaknya akan terus mengawal dan memberikan pendampingan serta pertimbangan hukum.

Praktisi hukum ini juga berharap, pengalaman yang didapat KERIS selama menjalani persidangan akan memberikan pelajaran dan kekuatan agar mampu menyerap aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan, apabila dipercaya duduk sebagai anggota DPD RI nantinya.

"Mudah-mudahan dari DPD RI itu akan ditelurkan undang-undang atau peraturan-peraturan yang memang menjaga atau membela masyarakat kecil, termasuk memperhatikan proses-proses yang memang bertentangan dengan undang-undang atau aturan hukum yang berlaku," ujar Togar.

Ia juga berharap agar ke depan bila ada kasus serupa di sepanjang tahapan Pemilu, diharapkan penanganan diarahkan ke Undang-Undang Pemilu, agar tidak ada kesan politikus dikriminalisasi.

Baca Juga:
Togar Situmorang Optimis Melenggang Mulus ke DPRD Bali, Karena Ini

Sebelumnya, kedua tokoh Bali ini, KERIS dan Togar Situmorang, telah sepakat bersinergi dalam perjuangannya mengabdi untuk Bali. Keduanya berkomitmen bersama-sama menjaga Taksu Bali. Yang terpenting pula sebagai wakil rakyat adalah untuk ngayah, melayani masyarakat bukan dilayani.

"Kami siap bersinergi. Kami siap ngayah. Kami siap melayani masyarakat, bukan dilayani," ujar Togar.

Hal serupa juga dilontarkan KERIS. "Saya dengan Bang Togar akan turun bersama di masyarakat, bersinergi berjuang untuk menjaga Bali," ucapnya.

Sejatinya, KERIS dan Togar sudah lama bersahabat dan sama-sama berjuang membantu masyarakat Bali yang mendapatkan ketidakadilan dalam penegakan hukum. KERIS kerap mendemo dan mengawal penegakan kasus hukum yang tidak berpihak pada masyarakat kecil.

Begitu pula Togar Situmorang dikenal sebagai advokat yang peduli pada masyarakat kecil. Ia dengan tangan terbuka berdasarkan panggilan hati nurani serta iklas, mendampingi proses hukum masyarakat kecil tanpa dibayar sepersen pun.

Sebagai contoh, kedua tokoh ini bersinergi memperjuangkan keadilan dalam kasus eksekusi paksa rumah di Jalan Seroja, Denpasar, belum lama ini.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar