Togar Situmorang: Anak Muda Jangan Jadi Generasi Penyebar Hoaks

Minggu, 28 Oktober 2018 | 23:31 WIB
Share Tweet Share

Togar Situmorang. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Bangsa Indonesia memperingati 90 Tahun Sumpah Pemuda, Kamis (28/10/2018). Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan Kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, advokat kawakan Togar Situmorang secara khusus mengajak para generasi muda untuk mengubah wajah politik Indonesia. Salah satunya, dengan memerangi hoaks dalam perhelatan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 17 April 2019 mendatang.

Baca Juga:
Kemacetan Kian Parah, Togar Situmorang: Pariwisata Bali Kritis

"Generasi muda harus berada di garda terdepan dalam menjaga Indonesia, menjaga empat konsensus dasar yakni UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dan harus berperan aktif ikut mengubah wajah perpolitikan Indonesia dengan menjadi garda terdepan mencegah dan memerangi hoaks," kata Togar Situmorang, saat ditemui di sela-sela Peringatan Hari Sumpah Pemuda, di Denpasar, Minggu (28/10/2018).

Dikatakan, dalam UU RI Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, khususnya pada Pasal 17 Ayat (3), disebutkan peran aktif pemuda sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan salah satunya adalah pendidikan politik dan demokrasi.

Baca Juga:
Togar Situmorang: Jangan Pilih Caleg Mantan Napi Korupsi!

Karena itu, peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2018 ini diharapkan menjadi momentum untuk menguatkan pendidikan politik, peran generasi muda, dan meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam kehidupan politik.

Selain itu, para pemuda juga didorong menggunakan politik sebagai instrumen utama dalam menentukan arah serta masa depan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Yang tak kalah penting, Togar Situmorang berharap agar peringatan Sumpah Pemuda ini jangan hanya dijadikan seremonial semata. Namun ini harus dijadikan momentum kembalinya jiwa pemuda yang penuh semangat dan nasionalis serta menjadi agen perubahan dalam wajah demokrasi Indonesia pada Pileg dan Pilpres 2019.

Baca Juga:
Nahkodai GNPK-RI Bali, Togar Komit Bantu KPK Babat Koruptor

Generasi muda, lanjut Togar Situmorang yang juga calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar ini, harus mampu berperan sebagai influencer politik sebagaimana yang mereka lakukan ketika menampilkan konten video di YouTube, Instragram maupun Facebook.

"Mereka harus mampu menggunakan media sosial untuk berbagi inspirasi dan pesan-pesan kebaikan untuk mengubah masa depan Indonesia serta menggunakan hak pilihnya. Lalu aktif memberikan edukasi politik kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya, memilih calon anggota legislatif dan calon presiden yang terbaik," ucapnya.

Togar juga mengingatkan, bahwa dulu para pemuda pernah bersumpah kepada Indonesia, akan bersatu dalam tumpah darah, bangsa dan bahasa Indonesia.

"Jika kita mengaku bertumpah darah yang satu, berbangsa satu dan berbahasa persatuan, mari kita buktikan dengan niat dan hati yang tulus," ajak advokat yang dikenal dengan julukan "Panglima Hukum" itu.

Baca Juga:
Togar Situmorang Optimis Melenggang Mulus ke DPRD Bali, Karena Ini

Jika saat ini para pemuda tak bisa berjuang seperti para pahlawan terdahulu, kata dia, setidaknya jangan merusak apa yang telah diperjuangkan. Salah satunya, dengan tidak menjadi sutradara dan aktor utama menciptakan dan menyebarkan hoaks atau kabar bohong dan ujaran kebencian.

Para generasi muda yang dikenal sangat melek teknologi, bahkan kritis terhadap isu-isu tertentu namun sering juga apatis terhadap politik, harusnya berada di garda terdepan untuk memerangi dan menangkal hoaks.

"Jangan jadi generasi penyebar hoaks, generasi micin, generasi yang apatis terhadap kondisi sosial kemasyarakatan dan politik di negeri," pinta Togar Situmorang, yang juga Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Bali itu.

"Sangat menyedihkan jika pemuda ikut mempertajam perpecahan, malah aktif menyebarkan ujaran kebencian," imbuh Togar Situmorang, yang tengah menyelesaikan Disertasi Doktoral di Program Studi Ilmu Doktor Universitas Udayana ini.

Baca Juga:
Togar Situmorang Usulkan "Sumpah Cor" Bagi Calon Pejabat, Kenapa?

Indonesia, menurut Togar Situmorang, membutuhkan persatuan para pemudanya, bukan hanya satu golongan. Sebab, setiap anak muda punya memiliki yang sama dalam membangun bangsanya.

"Jadilah pemuda yang mampu mengguncangkan dunia. Pemuda yang tidak suka mengeluh, tidak berpikiran negatif, tidak mudah putus asa," ujarnya.

Ia bahkan mengutip Ir Soekarno, Presiden Pertama RI, "Perjuanganku lebih mudah mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."

Baca Juga:
Togar Situmorang Komit Bela Rakyat Kecil Tanpa Imbalan

Karena itu, kata Togar Situmorang, pemuda bermimpi, bervisi, bermisi, harus selalu berpikir positif dan melakukan hal-hal yang positif. Pemuda juga harus berusaha untuk berkarya dan bermanfaat, dengan memberikan karya-karya nyata yang mampu mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera.

"Bangkitlah, bangkitlah pemuda. Teruslah optimis para generasi penerus bangsa, karena masa depan bangsa ini ada di tangan kalian. Mari berjuang bersama!" pungkas Togar Situmorang, yang juga Ketua POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Kota Denpasar itu.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

MUI: Perbuatan Kelompok Saracen Haram

Senin, 28 Agustus 2017
Politik

Bali Bebas Hoaks Jelang Pilgub 2018

Kamis, 22 Maret 2018

Komentar