Indonesia Belum Merdeka Seutuhnya, Togar Situmorang: Bali Pasti Bisa!

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:49 WIB
Share Tweet Share

Togar Situmorang. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Advokat kawakan Bali, Togar Situmorang, berpandangan bahwa hingga saat ini Indonesia belum merdeka seutuhnya.

Pemilik Law Firm Togar Situmorang & Associates itu juga menyebut, pemimpin saat ini belum bisa meniru Sang Proklamator Bung Karno atau bahkan Soeharto.

Demikian pandangan Togar Situmorang, memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke - 73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, di Denpasar, Jumat (17/8/2018).

"Di masa lalu, kedua bapak bangsa itu selalu membanggakan Indonesia dengan kekayaan alam, budaya, dan keramahan orangnya. Namun faktanya kini, Indonesia seperti kata pepatah 'bak ayam bertelur di lumbung padi, mati kelaparan' atau 'seperti bebek berenang di danau, mati kehausan'," tandas Togar Situmorang.

Baca Juga:
Togar Situmorang Usulkan "Sumpah Cor" Bagi Calon Pejabat, Kenapa?

Hal ini terjadi, imbuhnya, karena reformasi gagal total. Pemimpin salah mengurus dan Indonesia belum bernasib baik. Akhirnya, Indonesia belum sepenuhnya bisa hijrah atau berubah dari miskin menjadi kaya, bodoh menjadi pandai, dan tertindas menjadi adil.

"Karena Indonesia dalam praktik kehidupan sehari-hari banyak sekali melakukan hal-hal yang mubazir, seperti tanah yang tidak didistribusikan kepada rakyat, pelatihan tidak dilakukan secara betul, dan pendidikan pun terlalu dikomersialkan," jelas advokat yang nekad merantau ke Bali tahun 1998 silam bermodal uang Rp 170 ribu itu.

Meski demikian, Togar yang memiliki misi memberantas mafia tanah di Bali yakin bahwa masa depan Indonesia tidak akan suram. Togar tak menampik hari ini Indonesia, khususnya di Bali, masih sibuk dengan konflik kepentingan politik yang tak berkesudahan.

Namun pelan tapi pasti, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) membawa perubahan fundamentalis melalui siasat Revolusi Mental yang digalakkannya.

Baca Juga:
Togar Situmorang Optimis Melenggang Mulus ke DPRD Bali, Karena Ini

Togar mengaku, sikap banyak kerja dan sedikit bicara di era pemerintahan Jokowi, memberi secercah harapan di tengah berbagai konflik anak bangsa, termasuk konflik agama yang belakangan mencuat lagi.

"Indonesia tidak boleh berputus harapan. Secara potensi sumber daya alam masih jelita, artinya masih bisa dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi, asal dikelola dengan baik dan bermanfaat," beber Togar Situmorang, yang pada Pileg 2019 tampil sebagai calon anggota DPRD Bali nomor urut 7 dari Partai Golkar untuk Dapil Denpasar.

Terkait makna kemerdekaan bagi Bali, Togar Situmorang menyebut, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pekerjaan rumah bersama. Lebih-lebih menyongsong World Trade Organization (WTO) atau pasar bebas yang dimulai 1 Januari 2020 mendatang.

"Masing-masing negara anggota WTO (164 negara, red) bisa menjadi surga, tetapi bisa pula menjadi neraka. Bila SDM Bali tidak siap, maka kita bisa menjadi penonton di rumah sendiri," tegasnya.

Baca Juga:
Togar Situmorang Komit Bela Rakyat Kecil Tanpa Imbalan

Menghadapi kemungkinan buruk tersebut, Togar menjawab Bali pasti bisa, asalkan mau berusaha.

"Merdeka! Bali pasti bisa!" pungkas Togar Situmorang, yang peduli pada masyarakat kecil pencari keadilan ini.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar