Pertarungan ke Senayan Ketat, Pastika: Itu Wajar

Selasa, 10 Juli 2018 | 19:01 WIB
Share Tweet Share

Gubernur Bali Made Mangku Pastika, saat mendaftar sebagai bakal calon anggota DPD RI di Kantor KPU Provinsi Bali, Selasa (10/7/2018). [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR] Bakal Calon Anggota DPD RI, Made Mangku Pastika, berharap agar semua masyarakat yang mendukung langkahnya ke Senayan, bisa bersungguh-sungguh bekerja pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Menurut gubernur Bali dua periode ini, dukungan masyarakat tersebut sangat penting, karena keinginannya untuk duduk sebagai anggota DPD RI justru karena niat besar mengawal Bali Mandara atau Bali yang Agung, yang merupakan visi yang diusungnya selama 10 tahun memimpin Bali.

Itu pula sebabnya sebagai bakal calon anggota DPD RI, Pastika mengusung tagline 'Mengawal Bali Mandara' dalam rangka visi besar mewujudkan Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera.

"Tentu saja (Bali) menghadapi tantangan ke depan, yang harus secara konsisten kita kawal," kata Pastika, usai mendaftar di Kantor KPU Provinsi Bali, Selasa (10/7/2018).

Pada kesempatan tersebut, Pastika didampingi tim LO, sejumlah tokoh masyarakat, para pendukung, serta Ketua Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Bali Njoman Gede Suweta dan jajaran.

"Mudah-mudahan ke depan, baik di kancah nasional maupun global, karena sekarang ini era globalisasi, kita tidak bisa berdiri sendiri. Kita juga harus mempunyai hubungan, baik nasional maupun internasional, agar Bali ini tetap eksis, tetap dipertahankan adat, budaya, agama dan alam kita. Mudah-mudahan ini bisa," imbuhnya.

IMG_20180710_160310_1_1531224046421

Pastika sendiri tak mau berkomentar banyak saat ditanya soal ketatnya pertarungan perebutan kursi DPD RI dari Dapil Bali. Begitu juga soal target perolehan suara pada Pileg 2019, Pastika tak mau sesumbar.

"Persaingan ketat, itu wajar - wajar saja, ya, ga apa - apa. Yang penting semua berjalan dengan fair, dengan baik, saya kira kita dengan semangat menyama braya. Ga ada masalah. Soal target suara, ga bisa ya. Sebanyak - banyaknya lah," tandas mantan Kapolda Bali dan NTT ini.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar