KRB Sesalkan Koster-Ace Gunakan Isu SARA di Pilgub Bali

Selasa, 12 Juni 2018 | 18:37 WIB
Share Tweet Share

Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR] Wakil Ketua Koalisi Rakyat Bali (KRB), Ida Bagus Oka Gunastawa, menyesalkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 1, Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Ace), yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan Pilgub Bali 2018.

Menurut dia, sebagai pasangan calon yang sama-sama berlatarbelakang akademisi, Koster-Ace sepatutnya memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, bukannya mempertontonkan cara-cara yang tidak sehat untuk bisa menang.

"Sangat kami sesalkan, ketika untuk meraih simpati publik, lawan malah menghalalkan segala cara. Bahkan yang terbaru, lawan mencoba memainkan isu SARA," ujar Gunastawa, di Denpasar, Selasa (12/6/2018).

Ia menegaskan hal ini, menyusul pemberitaan di media massa, yang diduga sengaja dimainkan oleh pasangan Koster-Ace, yang menyebutkan bahwa pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), mendapat dukungan dari mayoritas pemilih suku Jawa dan umat Muslim di Bali.

"Kalau pun misalnya itu berdasarkan hasil survei, tetapi sebagai kalangan terdidik, Koster-Ace seharusnya tidak membiarkan hasil survei seperti itu dikonsumsi publik," tandas Gunastawa, yang juga ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali.

Ia berpandangan, pemberitaan bernuansa SARA yang dibiarkan oleh Koster-Ace bersama tim, sangat berpotensi memantik ketidaknyaman antar-suku dan antar-umat di Bali, jelang pencoblosan tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

"Tentu semua pasangan calon ingin menang di Pilgub Bali 2018. Tetapi kalau sudah menggunakan cara-cara yang tidak sehat, yang dapat memecah-belah masyarakat, sangat kami sesalkan," ujarnya.

Koalisi Rakyat Bali selaku pengusung pasangan Mantra-Kerta, kata dia, mengajak masyarakat untuk cerdas dalam menilai setiap informasi. Jangan sampai hanya karena Pilgub Bali 2018, kerukunan dan keberagaman yang terjalin sangat baik di Pulau Dewata ini justru terkoyak.

"Jangan hanya karena ingin menang, lalu kita mengorbankan kerukunan dan keberagaman, yang justru selama ini kita agung-agungkan di Tanah Bali ini," pungkas Gunastawa, yang akrab disapa Gus Oka.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

Ini Isi Lengkap Surat Basuki T Purnama

Selasa, 23 Mei 2017
Politik

Putu Artha Berlabuh ke Partai NasDem

Sabtu, 03 Juni 2017

Komentar