Ini Jurus Mantra-Kerta Bebaskan Karangasem dari Kemiskinan

Rabu, 16 Mei 2018 | 18:25 WIB
Share Tweet Share

Calon Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, I Ketut Sudikerta, saat kampanye dialogis pasangan Mantra-Kerta, di Balai Banjar Gede Subagan, Kelurahan Subagan, Karangasem, Bali, Selasa (15/5/2018). [foto: istimewa]

[DENPASAR] Calon Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, I Ketut Sudikerta, kembali menegaskan komitmennya bersama Calon Gubenur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (Mantra-Kerta) untuk menekan angka kemiskinan di Karangasem.

Hingga saat ini, Bumi Lahar itu memang tercatat sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Pulau Dewata.

"Karangasem masih punya angka kemiskinan tertinggi, disusul Klungkung dan Buleleng. Bagaimana caranya agar Karangasem terbebas dari kemiskinan? Ini yang menjadi tugas kami," ujar Sudikerta, dalam kampanye dialogis pasangan Mantra-Kerta, di Balai Banjar Gede Subagan, Kelurahan Subagan, Karangasem, Bali, Selasa (15/5/2018).

Menurut dia, dalam Visi Nawacandra yang diusung Mantra-Kerta, ada empat program dasar yang akan dijalankan yang tujuannya untuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan yakni di bidang pendidikan, kesehatan, pangan, dan yadnya.

"Bagi masyarakat kurang mampu, tentu empat hal ini cukup memberatkan. Karena itu, saya bersama Pak Rai Mantra akan menjawabnya melalui program-program bisa meringankan beban masyarakat kita, termasuk di Karangasem ini," tandas Sudikerta.

Untuk bidang pendidikan, Mantra-Kerta akan menyiapkan beasiswa pendidikan dalam dan luar negeri bagi siswa berprestasi yang kurang mampu, membangun dan mengembangkan SMK (pertanian, pariwisata, kewirausahaan), membenahi fasilitas dan prasarana pendidikan, dan lain-lain.

Sementara untuk menjamin kesehatan masyarakat, Mantra-Kerta akan menyukseskan program pemerintah pusat, yakni seluruh masyarakat menjadi peserta BPJS, dan lain-lain.

Penguatan pangan juga menjadi prioritas Mantra-Kerta melalui program subsidi pupuk organik, donasi pajak bumi dan bangunan untuk lahan produktif dan peningkatan nilai tambah petani melalui Kartu Tani Nawacandra.

"Kita akan bantu sarana produksi seperti pupuk sehingga hasil panen petani akan meningkat. Kalau petani sejahtera dan pangan tersedia, masyarakat akan sejahtera," kata Sudikerta.

Selanjutnya untuk meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan upakara Yadnya, Mantra Kerta sudah menyiapkan program gratis biaya ngaben, nyekah dan metatah massal, termasuk di antaranya sunatan dan nikah massal.

"Dengan berbagai program yang kami rancang, tentu akan mampu mengurangi jumlah kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali, termasuk di Karangasem ini," kata Sudikerta.

Sudikerta juga punya keyakinan bahwa Bali akan terbebas dari kemiskinan, mengingat Mantra-Kerta juga berkomitmen untuk menggelontor bantuan sebesar Rp 500 juta per tahun untuk masing-masing Desa Pakraman atau Desa Adat di Bali.

Atas pemaparan Sudikerta tersebut, ribuan warga yang hadir menyampaikan apresiasi. Mereka juga menyatakan kesiapan memenangkan Mantra-Kerta, pada Pilgub Bali 27 Juni mendatang.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

Rai Mantra Direstui Puri Satria Denpasar

Minggu, 09 Juli 2017
Politik

Tiga Nama Bersaing Rebut Rekomendasi PDIP

Selasa, 11 Juli 2017

Komentar