Rai Mantra Diundang Terhormat ke KPK Karena Prestasi, Yang Lain?

Selasa, 15 Mei 2018 | 20:59 WIB
Share Tweet Share

Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, di hadapan ribuan warga Karangasem, di Balai Banjar Gede Subagan, Kelurahan Subagan, Karangasem, Bali, Selasa (15/5/2018). [foto: istimewa]

[DENPASAR] Ribuan warga Karangasem menghadiri kampanye dialogis pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), di Balai Banjar Gede Subagan, Kelurahan Subagan, Karangasem, Bali, Selasa (15/5/2018).

Hadir dalam kampanye ini Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, Ketut Sudikerta. Ia didampingi Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Ketua KRB Kabupaten Karangasem I Made Sukarena, serta anggota DPR RI dari Partai Golkar I Gede Sumarjaya Linggih.

Hadir pula Ketua Forum Sekar Karangasem Ida Bagus Bima Putra, Ketua Tim Pemenangan Mantra -Kerta Kabupaten Karangasem I Gusti Ngurah Gede Subagiartha alias Ode, serta tokoh dan penglingsir Desa Adat Subagan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa diberikan kesempatan untuk berorasi di hadapan ribuan massa yang hadir.

Gunastawa menyebut, Mantra-Kerta merupakan sosok pemimpin yang mendapat berbagai penghargaan nasional dan juga apresiasi lembaga tinggi negara karena prestasinya mewujudkan good governance (tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih).

Hal ini, demikian Gunastawa, menjadi pembeda pasangan Mantra-Kerta dengan calon pemimpin yang lainnya.

Rai Mantra misalnya, demikian Gunastawa, saat duduk sebagai wali kota Denpasar, diundang secara terhormat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Jakarta.

Rai Mantra diundang, untuk memaparkan prestasi dan keberhasilannya dalam pengelolaan pemerintahan yang bersih di Kota Denpasar. Hal ini, kata Gunastawa, berbeda dengan yang lain sempat dipanggil KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi.

"Rai Mantra berhasil di Denpasar dan diundang KPK secara terhormat, bukan dipanggil. Rai Mantra memimpin Denpasar, bersih dari korupsi dan jadi percontohan nasional," ucapnya.

"Tetapi ada yang lain, tidak diundang tapi dipanggil (oleh KPK). (Dipanggil) Itu lain maknanya, dan tidak terhormat. Berarti ada kecurigaan, ada sesuatunya. Kita tahu semua itu maknanya," imbuh Gunastawa.

Lebih lanjut dikatakan, kehadiran Mantra-Kerta sejatinya adalah tantangan bagi warga Karangasem dan tokoh-tokoh di Bali.

Sebab, tidak ada peluang lagi melahirkan pemimpin ideal seperti Mantra-Kerta, apabila keduanya tidak terpilih dalam Pilgub Bali 27 Juni mendatang. Karena itu, menurut doa, tidak ada pilihan lain selain mengambil langkah strategis dan taktis memenangkan Mantra-Kerta.

"Tidak ada pilihan lain, kecuali memenangkan Mantra- Kerta. Tidak ada kesempatan lain, untuk memenuhi rasa jengah kita," tandas Gunastawa, yang juga Wakil Ketua Koalisi Rakyat Bali.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar