Fadli Zon: Itu Demokrasi, Tindakan Asyik Debat di Kampus UI Brilian

Selasa, 15 Mei 2018 | 15:36 WIB
Share Tweet Share

fadli

[JAKARTA]-- Tidak ada yang salah dengan tindakan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu dengan membentangkan kaos bertuliskan #2019 Ganti Presiden disela-sela debat kandidat di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (14/5).

Paslon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat dengan nomor urut tiga tersebut pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 Juni mendatang tersebut diusung koalisi partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Wakil Ketua Umum partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, tidak ada yang salah dengan tindakan pasangan ini. Malah Wakil Ketua DPR RI ini menilai, apa yang dilakukan Sudrajat-Syaiku merupakan langkah atau tindakan yang brilian.

Dia menganggap hal itu adalah tindakan bagus. "Ya enggak ada masalah. Itu kan menurut saya bagus sekali kok apa yang dilakukan Sudrajat-Syaikhu. Kalau mau ganti presiden di 2019 ya pilihlah Sudrajat-Syaikhu di 2018. Apa salahnya," kata Fadli menjawab awak media di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/5).

Malah menurut Fadli Zon, apa yang dilakukan Sudrajat-Syaiku itu demokratis dan sangat etis. Wakil rakyat dari Dapil Jawa Barat Lima ini memuji ide duet Sudrajat-Syaiku itu brilian.

Soal adanya kericuhan, Fadli Zon menilai, itu bisa terjadi karena tidak mengerti demokrasi. "Itu menurut saya brilian kok idenya. (Yang ricuh) enggak ngerti demokrasi. Harus belajar lagi. Orang yang ricuh saja yang enggak ngerti," kata Fadli.

Wakil Ketua DPR RI yang membidangi politik dan keamanan itu mencontohkan jika ada kandidat lain yang menyarankan untuk memilih Jokowi juga boleh saja, tidak ada larangan dalam berdemokrasi.

"Apa yang salah dari hal tersebut. Ini harus pada belajar lagi demokrasilah. Kampanye dini apa? Kan belum ada calon. Kampanye itu terjadi kalau sudah ada jalan. Baru kita katakan kampanye dini. Wong ini belum ada calon kok," sanggah Fadli.

Seperti diberitakan, debat publik calon gubernur/wakil gubernut Jawa Barat di Balairung Kampus UI, Depok sempat diwarnai kericuhan. Kericuhan bermula dari para pendukung terjadi setelah closing statement (pernyataan penutup) pasangan calon gubernur Asyik.

Saat itu Sudrajat sampai di ujung pernyataannya dan Syaikhu tiba-tiba mengeluarkan kaos bertuliskan 2018 Asyik Menang, 2019 ganti presiden. "Kalau Asyik menang, insya Allah 2019 kita akan ganti presiden," kata Sudrajat.

Aksi pasangan itu ternyata memancing emosi pendukung pasangan Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) yang diusung PDIP. Suasana tiba-tiba ricuh dari area kursi pendukung.

Para pendukung pasangan Hasanah tampak meluapkan emosinya. Padahal, ketika itu pasangan nomor 4, yakni Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, belum menyampaikan clossing statement-nya.

Berkali-kali pemandu acara peminta para pendukung untuk tenang, tetapi tidak berhasil. Teriakan-teriakan masih terus terdengar. "Mohon tenang, mohon tenang, tidak akan selesai acaranya kalau Anda tidak tenang," pinta pemandu acara, Alvito Deanova.

Namun, suasana terasa makin tidak terkendali dan makin panas. Istri Deddy Mizwar tampak ketakutan sehingga dia lari ke arah panggung menghampiri suaminya.

Tiga pasangan cagub-cawagub pun tampak berusaha menenangkan pendukung supaya tenang. Namun, pasangan Asyik tampak tetap duduk di kursinya.

Sementara itu, karena suasana masih ricuh, Deddy Mizwar menolak ketika diminta menyampaikan closing statement-nya. "Tidak perlu. Saya rasa tidak perlu. Kalau situasi seperti ini saya rasa tidak perlu," kata Deddy.

TB Hasanudin kemudian mencoba mengambil alih kendali. Dia meminta agar semua tenang. "Saudara-saudara tetap tenang. Ini forum pemilihan calon gubernur, belum masuk kepada capres. Jadi, mohon saudara tenang...saya mohon tenang, jangan terpancing," teriak Hasanudin.

Anton Charliyan pun ikut turun tangan naik ke panggung meminta para pendukung tenang. "Kepala boleh panas, tapi hati harus tenang, hormati pimpinan Anda di sini. Tolong duduk semuanya. Jangan memalukan," tutur dia.

Suasana ricuh berlangsung sekitar delapan menit sebelum mereda dan berangsur kondusif. Pasangan Deddy Mizwar dan Dedy Mulyadi (2DM) kemudian dipersilakan menyampaikan closing statement sekaligus menjadi penutupan rangkaian debat publik pilgub Jabar 2018. [A/3]

_

Editor: Akhir Tanjung

Tag:

Berita Terkait

Komentar