Koster Ingin Seluruh Puskesmas Dilengkapi Ruang Rawat Inap

Selasa, 15 Mei 2018 | 12:59 WIB
Share Tweet Share

Calon Gubernur Bali Nomor Urut 1, Wayan Koster, di hadapan warga Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Senin (14/5/2018). [foto: istimewa]

[DENPASAR] Luar biasa antusiasme warga Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, dalam memenangkan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace). 

Begitu tiba di Ketapang, Senin (14/5/2018), Koster disambut kolaborasi baleganjur dan hadrah umat Muslim.

Soliditas warga di sini terlihat dengan perolehan suara ketika Pilkada Kabupaten Jembrana lalu. Saat itu, warga Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng, menyumbangkan 92 persen suara untuk kemenangan Putu Artha dan Made Kembang Hartawan.

Pada Pilgub Bali 27 Juni 2018, mereka ingin mengulang sejarah itu dan siap memenangkan Koster-Ace dengan raihan 95 persen suara.

Wayan Koster, pada kesempatan itu memaparkan sejumlah program kerja prioritas yang dibungkus dengan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Di bidang pendidikan, Koster ingin membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di Bali, yang dimulai dari pembangunan sekolah berkualitas di Klungkung.

Di bidang kesehatan, Koster akan menghidupkan kembali Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) ala Made Mangku Pastika yang diberi nama Krama Bali Sehat (KBS). Satuan biaya, cakupan dan layanannya akan diperluas.

"Nantinya gratis dengan menggunakan Kartu Bali Sehat (KBS). Kalau dari Jembrana sedang jalan-jalan ke Denpasar dan jatuh sakit, bisa dirawat di sana. Terintegrasi di seluruh Bali dia," jelas Koster.

Nantinya, seluruh data juga akan tersentra secara online berbasis perekaman riwayat kesehatan masyarakat di tiap-tiap kecamatan.

Pada saat sama, Koster ingin Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh Bali dilengkapi dengan fasilitas rawat inap.

"Harus ada fasilitas rawat inapnya Puskesmas itu. Nanti kita perbaiki fasilitas pendukungnya," ujar Koster.

Di masing-masing Puskesmas, Koster juga ingin agar ada dokter spesialis, minimal dokter spesialis kandungan dan anak. Tujuannya, agar dapat memantau perkembangan janin ibu hamil dan anak sebagai generasi penerus Bali agar terlahir dengan sehat.

"Maka nanti kita harapkan agar mahasiswa Fakultas Kedokteran mengambil jurusan khusus untuk kebutuhan ini. Pemprov Bali akan upayakan itu, agar anak-anak kita sebagai generasi penerus dapst lahir dengan sehat dan baik," harapnya. 

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar