Mantra-Kerta Targetkan Bali Zero Pengangguran

Senin, 07 Mei 2018 | 00:00 WIB
Share Tweet Share

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), di hadapan ribuan pemuda dan pemudi yang masuk barisan Poros Muda Mantra-Kerta Kabupaten Badung, saat deklarasi di Banjar Sawangan, Desa Peminge, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (6/5/2018). [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR] Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), menghadiri Deklarasi Poros Muda Mantra-Kerta Kabupaten Badung, di Pondok Wayan Muntra, Banjar Sawangan, Desa Peminge, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (6/5/2018).

Di hadapan sekitar 1500 pemuda dan pemudi yang masuk barisan Poros Muda Mantra-Kerta Kabupaten Badung, Sudikerta memaparkan sejumlah program unggulan Mantra-Kerta, jika dipercaya menahkodai Pulau Dewata lima tahun ke depan.

Menurut dia, Visi Nawacandra yang diusung Mantra-Kerta, pada dasarnya diarahkan pada upaya menghadirkan bulan (kesejahteraan) untuk menerangi kegelapan (ketimpangan dan keterbelakangan) di 9 kabupaten dan kota di Bali.

Untuk mencapai hal tersebut, Mantra-Kerta menjabarkannya dalam 9 misi dan sejumlah program prioritas. Beberapa program prioritas tersebut, diarahkan untuk memerangi kemiskinan serta mengurangi angka pengangguran di Bali.

Mantra-Kerta, demikian Sudikerta, menghendaki agar ke depan Bali mencapai titik zero pengangguran alias tidak ada satupun warga yang menganggur di daerah ini.

"Angka pengangguran kita saat ini 1,48 persen, turun dari sebelumnya 3,3 persen. Target kami, ke depan Bali zero pengangguran," kata Sudikerta.

Untuk mencapai target ini, Mantra-Kerta akan fokus pada beberapa program prioritas, di antaranya di bidang pendidikan dan ekonomi kerakyatan.

Untuk bidang pendidikan, Mantra-Kerta menawarkan pendidikan wajib belajar 12 tahun, pendidikan kejar paket, beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu sampai Perguruan Tinggi, dan lainnya.

"Anak-anak muda kita harus dibekali pendidikan. Ini wajib. Tanpa pendidikan, mereka akan susah bersaing di dunia kerja," tandas mantan wakil bupati Badung dua periode itu.

Selanjutnya di era revolusi industri saat ini, sangat penting untuk mengembangkan ekonomi digital. Kemahiran anak-anak muda dalam hal teknologi, kekayaan gagasan, serta kreativitas yang mereka miliki, perlu mendapat sentuhan pemerintah.

"Dalam membangun ekonomi kerakyatan, kita juga memberikan perhatian pada ekonomi digital yang berkembang pesat saat ini. Kita memiliki banyak pemuda, dan mereka dekat dengan teknologi. Mereka kaya gagasan dan kreativitas, tetapi perlu sentuhan pemerintah, baik dalam hal mengasah skill, membuka usaha, serta membantu permodalan," tutur Sudikerta.

Sudikerta berpandangan, apabila seluruh pemuda di Bali ini diberdayakan, maka akan muncul banyak wirausahawan muda.

"Kalau semua sudah dibekali pendidikan, skill, diimbangi dengan pertumbuhan wirausahawan yang bagus, maka yakinlah target Mantra-Kerta bahwa Bali akan zero pengangguran akan segera terwujud," tandas Sudikerta.

Dengan komitmen besar terhadap anak-anak muda ini, Sudikerta berkeyakinan bahwa pemuda dan pemudi di Bali akan memberikan kepercayaan penuh kepada Mantra-Kerta untuk memimpin Bali lima tahun ke depan.

"Saya yakin, anak-anak muda yang melek teknologi, punya kreativitas, serta memiliki minat besar di ekonomi digital, tidak akan salah memilih. Mereka akan mempercayakan masa depan mereka ke tangan Mantra-Kerta, yang sudah terbukti mengembangkan ekonomi kreatif," pungkasnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

Rai Mantra Direstui Puri Satria Denpasar

Minggu, 09 Juli 2017
Politik

Tiga Nama Bersaing Rebut Rekomendasi PDIP

Selasa, 11 Juli 2017

Komentar