Koster-Ace Akan Prioritaskan Bedah Rumah di Karangasem

Minggu, 15 April 2018 | 22:26 WIB
Share Tweet Share

Calon Gubernur Bali Nomor Urut 1, Wayan Koster, saat simakrama di Bale Banjar Buayang, Desa Culik, Kecamatan Abang, Karangasem. [foto: istimewa]

[DENPASAR] Jumlah warga di wilayah Kabuputen Karangasem yang belum memiliki tempat tinggal layak, masih cukup banyak.

Hal ini menjadi perhatian serius Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Nomor Urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Arta Ardana Sukawati (Koster-Ace).

Jika dipercaya memimpin Bali lima tahun ke depan, Koster-Ace berkomitmen membantu mengatasi permasalahan tersebut melalui program bedah rumah dengan nilai Rp 50 juta per unit rumah.

Hal itu disampaikan Wayan Koster, saat mesimakrama dengan perwakilan tokoh masyarakat bersama ribuan warga dari 14 desa se-Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu (15/4/2018). Simakrama ini berlangsung di Bale Banjar Buayang, Desa Culik, Kecamatan Abang, Karangasem.

"Nanti untuk program bedah rumah, Titiang akan prioritaskan Kabupaten Karangasem. Karena masih banyak warga Karangasem yang belum memiliki tempat tinggal yang layak," ucapnya.

Menurut Koster, program bedah rumah yang akan dilaksanakan pihaknya terdapat sejumlah pembaharuan dari program sejenis yang pernah dilakukan oleh Gubernur Made Mangku Pastika.

"Ini program titipan dari Pak Mangku kepada Tiyang. Tapi nanti akan Tiyang ubah sistem pengelolaannya, dan jumlah bantuannya Tiyang tingkatkan dari Rp 30 juta saat ini menjadi Rp 50 juta per unit," jelasnya.

Ia menambahkan, pengubahan sistem pengelolaan yang dimaksud pihaknya adalah dari sebelumnya melalui tender akan diubah menjadi sistem swakelola.

"Kalau sistem swakelola, nanti bisa dikerjakan dengan gotong - royong. Nanti bisa ada yang bantu pasir atau semen. Terus jumlahnya ditambah jadi Rp 50 juta, sehingga dengan begitu rumahnya bisa selesai sampai diplester. Jadi akan lebih layak jadi tempat tinggal. Sebelumnya kan cuma selesai sampai ditembok saja," ujarnya.

Bahkan, lanjut Koster, penerima program bedah rumah sebelumnya dari Gubernur Pastika yang tidak tuntas hingga tahap pemelesteran tembok, nantinya dapat mengajukan bantuan bedah rumah tambahan sebesar Rp 20 juta per unit.

"Dulu kan dapat Rp 30 juta hanya sampai selesai di tembok tapi belum diplester. Nanti boleh ajukan tambahan lagi Rp 20 juta, supaya bisa selesai sampai diplester," tegas Koster.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar