Seniman Dambakan Pemimpin Bali Yang Bebas Korupsi

Senin, 12 Maret 2018 | 12:37 WIB
Share Tweet Share

Kemeriahan Konser Bali Salam 2 Jari yang diselenggarakan Komunitas Taksu Seni Bali di Lapangan Astina Gianyar, Bali, Minggu (11/3/2018) malam. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR] Konser Bali Salam 2 Jari yang diselenggarakan Komunitas Taksu Seni Bali, berlangsung meriah di Lapangan Astina Gianyar, Bali, Minggu (11/3/2018) malam.

Dalam konser yang didedikasikan untuk Calon Gubernur Bali Nomor Urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, ini ratusan seniman menampilkan karya terbaiknya di hadapan ribuan masyarakat yang hadir.

Aksi panggung mereka bahkan disaksikan langsung oleh Rai Mantra bersama istri Selly Mantra, serta Ketua Koalisi Rakyat Bali AA Bagus Adhi Mahendra Putra.

Pada kesempatan tersebut, Rai Mantra mendengarkan langsung aspirasi seniman di sela-sela konser. Salah satu seniman yang didaulat untuk menyampaikan aspirasi adalah Joni Agung, penyanyi bergenre reggae.

Selain meminta Rai Mantra memperhatikan pengembangan kreatifitas, Joni Agung juga menaruh harapan akan pemimpin Bali yang lebih baik.

"Kami para seniman menginginkan pemimpin Bali yang jujur, bicara apa adanya dan yang pasti bebas korupsi," ujar Joni Agung.

Mendengar aspirasi seniman ini, Rai Mantra menegaskan siap mengemban kepercayaan yang diberikan para seniman. Rai Mantra berkomitmen memperhatikan perkembangan seni dan anti korupsi.

"Saya siap menerima kepercayaan dari para seniman, dan yang paling penting kita bersama-sama perangi korupsi," tegas Rai Mantra.

Sebelumnya, Rai Mantra menegaskan, jika terpilih sebagai gubernur Bali maka pihaknya akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini dilakukan untuk mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan bebas korupsi.

"Tentu akan gandeng KPK, agar tata kelola keuangan kita transparan, bebas korupsi dan tentunya bisa dikontrol publik," kata Rai Mantra.

Saat memimpin Kota Denpasar sebagai wali kota, Rai Mantra sudah intens bekerjasama dengan KPK. Di Denpasar dikenal dengan program Smart City, melalui e-budgeting dan e-planing.

Melalui program ini, warga dan juga KPK tentunya bisa mengontrol pengelolaan keuangan oleh pemerintah. Selain itu, Kota Denpasar dalam beberapa kesempatan mendapat penghargaan dari KPK atas prestasinya mengelola keuangan daerah.

"Apa yang sudah dikerjakan di Denpasar tinggal disesuaikan di tingkat provinsi. Tidak sulit sebenarnya, jika ada kemauan," tandas Rai Mantra.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar