Ini Alasan Putu Artha Berlabuh ke Partai NasDem

Sabtu, 03 Juni 2017 | 22:08 WIB
Share Tweet Share

Gusti Putu Artha [foto: istimewa]

[DENPASAR] I Gusti Putu Artha, akhirnya memutuskan bergabung dengan Partai NasDem. Bahkan mantan Komisioner KPU RI itu diberi jabatan penting, yakni Ketua Komisi Saksi Nasional DPP Partai NasDem.

Lalu, apa alasan Putu Artha terjun ke politik praktis dan memilih Partai NasDem sebagai tempat berlabuh?

"Secara jujur saya mengatakan, sejatinya tidak tertarik ke parpol. Setidaknya sikap ini saya pertahankan sebelum Pilkada DKI Jakarta," kata Putu Artha, saat dikonfirmasi indonesiakoran.com, di Denpasar, Sabtu (3/6/2017).

Hanya saja, belakangan ini keteguhan sikap itu runtuh juga. Apalagi setelah Putu Artha, merasa gelisah dengan situasi politik nasional belakangan ini.

"Saya merasa, justru dengan diam saya tidak nyaman. Sementara di luar sana pertarungan ideologis begitu kental," ucapnya.

Atas dasar itu, Putu Artha merasa dirinya membutuhkan sebuah wadah untuk memperjuangkan sikap politiknya. Apalagi cita-cita besarnya adalah, fondasi kebangsaan tetap kukuh dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa kembali memimpin Indonesia ke depan.

"Saya mesti punya wadah untuk memperjuangkan sikap politik saya. Saya ingin memastikan fondasi kebangsaan kita tetap kukuh. Saya ingin memastikan bahwa Jokowi seharusnya bisa memimpin Indonesia kembali, agar fondasi yang telah diletakkannya tetap berlanjut," tegas mantan Komisioner KPU Bali ini.

"Jokowi telah meliburkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Jokowi telah membentuk Unit Kerja Presiden Lembaga Pemantapan Pancasila," imbuhnya.

Atas dasar itu, dirinya memilih bergabung dengan partai politik dan Partai NasDem yang kemudian dipilihnya untuk memperjuangkan sikap politik tersebut.

Lalu kenapa harus Partai NasDem? "Lima tahun terakhir saya telah mengamati dari dekat semua parpol dengan segala plus minusnya. Saya merasa, NasDem memberikan kultur baru dalam berpolitik yang lebih bersih," beber Putu Artha.

Kultur baru itu, menurut dia, seperti tidak menarik iuran Caleg, tidak menarik mahar Pilkada, terbuka dalam seleksi Caleg terhadap tokoh publik berintegritas, dan profesional mengelola kantor parpol.

"Orang yang miskin secara finansial seperti saya merasa nyaman ada di NasDem, karena karakter dan komitmen parpol ini yang kuat. Kelak jika saya merasa ada yang bertentangan dengan sikap, komitmen dan karakter yang saya yakini selama ini, percayalah tanpa beban saya akan pergi dan tak pernah masuk parpol lagi," pungkas Putu Artha.

Reporter: San Edison
Editor: San Edison


Berita Terkait

Politik

PPP Buka Pendaftaran Pilkada 2018

Sabtu, 03 Juni 2017
Politik

Putu Artha Berlabuh ke Partai NasDem

Sabtu, 03 Juni 2017
Politik

Ogah Nyaleg di Bali, Putu Artha Pilih Sulteng

Minggu, 04 Juni 2017

Komentar