Amien Rais Mengaku Hanya Terima Duit Dari Sutrisno Bachir

Jumat, 02 Juni 2017 | 11:55 WIB
Share Tweet Share

Amien Rais dan Sutrisno Bachir. [Viva.co.id]

[JAKARTA] Mantan Ketua Umum Partai Amant Nasional (PAN), Amien Rais mengklarifikasi tuduhan menerima Rp 600 juta uang dari korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di era Menteri Kesehatan, Siti Fadilah.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Rabu (31/5), Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Iskandar Marwanto menyebut Amien Rais menerima aliran dana sebesar Rp 600 juta yang diterimanya secara bertahap.

Iskandar menyatakan, Amien yang juga mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu menerima enam kali transfer masing-masing sebesar Rp 100 juta pada 15 Januari 2007, 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, dan 2 November 2007.

Tak hanya Amien Rais, mantan Ketua Umum PAN, Sutrisno Bachir (SB) juga disebut menerima dana sebesar Rp 250 juta dari kasus korupsi ini pada 26 Desember 2006.

Dalam klarifikaisnya, Jumat (2/6), Amien Rais mengaku tidak mengetahui uang itu dari Siti Fadilah. Yang dia tahu, selama periode itu, mantan Ketua MPR RI itu menerima dana bantuan bulanan dari Sutrisno Bachir, yang juga mantan Ketua Umum PAN.

Berikut klarifikasi Amien Rais atas tuduhan menerima Rp 600 juta dari Siti Fadilah:

Kasus aliran dana dari Yayasan Soetrisno Bachir sejumlah 600 juta rupiah antara 15 Januari sampai 13 Agustus 2017, seperti dikatakan jaksa Ali Fikri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 31/05/2017, yang dikirim ke rekening saya, langsung saya follow-up dengan menanyakan pada sekretaris saya tentang kebenarannya, berdasarkan rekening bank yang saya miliki.

Karena itu terjadi sudah 10 tahun lalu, saya segera merefresh memori saya. Pada waktu itu Sutrisno Bachir mengatakan akan memberikan bantuan keuangan untuk tugas operasional saya untuk semua kegiatan, sehingga tidak membebani pihak lain.

Persahabatan saya dengan Sutrisno Bachir sudah terjalin lama sebelum PAN lahir pada 1998. Seingat saya, sebagai entepreneur sukses waktu itu, dia selalu memberi bantuan pada berbagai kegiatan saya, baik kegiatan sosial maupun keagamaan.

Mas Tris adalah tokoh yang sangat baik dan dermawan, sering membantu banyak pihak. Bahkan siapa saja yang mendapat batuan dana dari SB, saya tidak tahu. Saya pernah menanyakan kepada SB, mengapa Anda membantu berbagai kegiatan saya. Jawabnya: “Saya disuruh ibunda saya untuk membantu Anda.” Jadi ketika dia menawarkan bantuan tiap bulan buat kegiatan operasional saya, saya anggap sebagai hal wajar.

Nah, kalau kejadian 10 tahun lalu kini diungkap dengan bumbu-bumbu dramatisasi di media massa dan sosial tetu akan saya hadapi dengan jujur, tegas, apa adanya.

Di tahun 2007, saya sudah 3 tahun tidak lagi menjadi pejabat (waktu itu Ketua MPR). Namun rupanya bantuan SB untuk kegiatan operasional saya yang berlangsung selama enam bulan itu pada tahun 2007 itu kini menjadi salah satu topik berita yang sangat menarik dan harus saya ikuti secara tegas dan berani.

Karena itu pada Senin mendatang saya akan berkunjung ke Kantor KPK untuk menjelaskan duduk persoalannya, sebelum saya berangkat umroh pada 8 Juni. Kalau saya dipanggil KPK padahal saya masih umroh, saya khawatir dianggap lari dari tanggun jawab.

Sekian dulu, sampai ketemu lagi insya Allah di kantor KPK besok Senin, 5 Juni 2017.

Wassalam

M Amien Rais

Editor: Gusti


Berita Terkait

Komentar