Pimpinan KPK Tak Mau Bertemu Amien Rais

Jumat, 02 Juni 2017 | 10:19 WIB
Share Tweet Share

Amien Rais. [www.teropongsenayan.com]

[JAKARTA] Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais harus gigit jari. Niatnya bertemu Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa terwujud.

Amien sudah berkoar akan bertemu pimpinan KPK pada Senin (5/6), untuk mengklarifikasi aliran dana yang disebut diterimanya dari kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan.

Sayang niat itu harus diurung. Jubir KPK, Febri Diansyah menyatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima secara resmi permintaan Amien Rais untuk bertemu pimpinan KPK.

Febri menegaskan, pimpinan KPK sangat menghindari pertemuan dengan pihak-pihak yang terkait dengan perkara. Untuk itu, lima pimpinan KPK tidak akan bertemu dengan Amien Rais yang disebut menerima Rp600 juta dari kasus korupsi yang menjerat mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari tersebut.

"Belum ada permintaan resmi yang kami terima. Pimpinan KPK sangat menghindari pertemuan dengan pihak yang terkait dengan perkara," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat (2/6).

Selain mengklarifikasi mengenai aliran dana yang disebut diterimanya, dalam pertemuan nanti, Amien mengaku ingin melaporkan kepada Pimpinan KPK mengenai dugaan korupsi yang disebutnya melibatkan dua tokoh penting.

Febri menegaskan, pelaporan dugaan tindak pidana korupsi tak perlu dilakukan Amien dengan menemui pimpinan KPK. Dikatakan, pelaporan tersebut dapat disampaikan Amien Rais kepada Bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK.

"Kalaupun ingin melaporkan atau memberi informasi indikasi tindak pidana korupsi bisa disampaikan di Bagian Dumas KPK," katanya.

Sebelumnya, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Rabu (31/5) dengan agenda pembacaan tuntutan kepada terdakwa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Iskandar Marwanto menyebut Amien Rais menerima aliran dana sebesar Rp 600 juta dana dari kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan.

Amien yang juga mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu disebut menerima enam kali transfer masing-masing sebesar Rp 100 juta pada 15 Januari 2007, 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, dan 2 November 2007.

Tak hanya Amien Rais, mantan Ketua Umum PAN, Sutrisno Bachir juga disebut menerima dana sebesar Rp 250 juta dari kasus korupsi ini pada 26 Desember 2006.

Menurut jaksa, berdasarkan fakta persidangan, penunjukan langsung yang dilakukan Siti terhadap PT Indofarma merupakan bentuk bantuan Siti terhadap PAN. Hal ini lantaran pengangkatan Siti sebagai Menteri Kesehatan merupakan hasil rekomendasi Muhammadiyah.

Mengenai hal ini, Febri mengatakan, pihaknya akan mendalami fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan Siti Fadilah tersebut. Termasuk dugaan aliran uang yang diterima Amien Rais.

"Proses persidangan ini masih berjalan. Setelah tuntutan kemarin, tentu kami perlu mendengar terlebih dahulu pembelaan dari terdakwa dan setelah itu ada agenda putusan. Kami akan simak dan pelajari dulu semua faktar yang muncul di sidang tersebut," katanya.

Editor: Gusti


Berita Terkait

Politik

Hari Ini, Amien Rais Janji Jawab KPK

Jumat, 02 Juni 2017
Politik

Amien Siap Hadapi Dugaan Korupsi Alkes

Jumat, 02 Juni 2017

Komentar