Kartu Petani Sejahtera Bukan Sebuah Kejutan, tapi Mengapa Mengejutkan?

Selasa, 12 Juni 2018 | 08:28 WIB
Share Tweet Share

Cagub-cawagub Benny K Harman dan Benny A Litelnoni

Oleh Febri Edo

"Gila Paket Harmoni, meluncurkan Kartu Petani Sejahtera (KPS). Berapa APBD NTT tiap tahun yang harus dikuburkan untuk program ini? Apakah memenuhi kebutuhan para petani NTT yang jumlahnya jutaan orang? Bagaimana dengan aspek lain kalau dana tersebut dikucurkan ke pertanian?

Itulah sekelumit cerita histeris dunia maya, mungkin juga di lapangan nyata. Sama seperti film horor "The Exorsist" yang menakutkan itu, sampai filmnya sudah selesai.

Pemimpin out of the box, itulah Harmoni. Artinya, ketika membuat program,  mereka tahu apa fungsi Gubernur/Wagub (hal ikhwal UU) dan lebih penting menangkap apa yang dibutuhkan masyarakat NTT melalui survei, pengamatan,  dengar pendapat dan masukan dari bawah, ketika mengemas sebuah program. Dengan kata lain, program yang disusun sudah melalui kajian mendalam terhadap aspirasi masyarakat NTT dan patuh terhadap kewenangan konstitusi (hal ikhwal kebijakan Gubernur/Wagub- Perpanjangan tangan pemerintah pusat).

Hal itu  sangat terlihat dari beberapa program unggulan kandidat Gubernur NTT Paket Harmoni, yakni program desa menyala,  pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan pengadaan air bersih, penataan birokrasi yang bersih dan efektif, pinjaman dengan bunga rendah tanpa agunan, beasiswa bagi anak petani yang berprestasi,  serta Program Kartu Petani Sejahtera. Semuanya sangat kontekstual dari sudut apa pun tentang kondisi NTT. Artinya, program Harmoni itu bukan program semesta yang dibuat-buat sebagai pemanis belaka, tetapi jawaban dari kondisi masyarakat NTT yang dikemas dalam  program unggulan yang terukur dan terjangkau.

Teranyar diluncurkan adalah program KPS dan pinjaman dengan bunga murah tanpa agunan yang lagi buming di masyarakat NTT. Kartu Petani Sejahtera (KPS) menjadi solusi dari rentetan permasalahan petani, peternak, dan nelayan NTT karena memiliki manfaat sebagai berikut. 

Pertama, pemerintah provinsi menyediakan bantuan modal usaha paling banyak Rp.10 juta untuk keluarga miskin. Kedua, bantuan pupuk dan bibit agar produktivitas panen meningkat. Ketiga, agar ada keadilan harga, pemerintah bersama BUMD akan membeli produk petani sesuai harga yang layak. Keempat, petani diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti pelatihan keterampilan bekerja melalui pengadaan Balai Latihan Kerja (BLK). Kelima, mengadakan asuransi gagal panen. Program ini untuk membantu petani yang tanamanya diserang hama, bencana longsor, banjir bandang, puting beliung, dan lain-lain. Keenam, menyediakan beasiswa khusus bagi anak-anak petani yang berprestasi sehingga bisa melanjutkan sekolah.

“Bapa-mama, ini adalah solusi dari paket Harmoni. Kalau bapa-mama sepakat untuk keluar dari kemiskinan, pilih paket Harmoni No. 3,” pesan Benny K. Harman saat launching KPS di Sumba Barat Daya (18/05/2018) dan di banyak tempat lain di NTT.

Ada banyak cibiran, sindiran dari lawan politik beredar di medsos, terutama dari timses dan fansnya. Lucu juga sih,  apalagi tak sedikit yang membully dengan menggunakan akun palsu,  tanda pengecut dan tidak dewasa.  Mereka sibuk mencibir, tapi tidak menawarkan program apa-apa. Tak terdengar program spektakuler yang ditawarkan paslon lain menandingi Benny K Harman dan Benny A Litelnoni ini. Tampaknya mereka hanya sibuk membuat kartu mati saja. Tak salah juga kalau dikatakan suara sumbang tersebut bukan lawan tanding tetapi para penonton fanatik yang simpang siur menciptakan kegaduhan di tribun.

Program sejenis KPS ini sejak era Presiden Jokowi sebenarnya bukan hal yang tidak mungkin dilakukan. Jokowi sudah berjalan dengan macam-macam jenis Kartu sejahtera. Bukan kejutan lagi,  walau agak aneh ketika melihat lawan politik sepertinya ketar-ketir tat kala Kandidat Gubernur NTT No.  Urut 3 ini meluncurkan KPS secara luas dan disambut antusiasme para petani yang luar biasa.

Baca: http://www.indonesiakoran.com/news/kolumnis/read/78768/lihatlah.wajah.mereka

Sesungguhnya Paket Harmoni justru sedang menjalankan perintah UU dan seiring sejalan dengan semangat Presiden Jokowi hendak membangun NTT mulai dari desa dengan mengefektifkan penggunaan anggaran hingga termanfaatkan oleh rakyat kecil. Itulah yang hendak dicapai dengan program KPS yang secara luar biasa dikemas dan ditawarkan Paket Harmoni untuk NTT yang sejahtera dan bermartabat.

Jangan ragu untuk memilih kandidat dengan paket program yang pro rakyat dan berintegritas dalam diri Cagub-cawagub Benny K Harman dan Benny A Litelnoni. Saatnya NTT Sejahtera. 

Editor: Elnoy


Berita Terkait

Komentar