Sport Tourism "Tambang Emas" Bali, Gubernur Diminta Terbitkan Pergub

Selasa, 03 September 2019 | 19:45 WIB
Share Tweet Share

I Dewa Putu Susila (kanan) bersama Gubernur Bali Wayan Koster, dalam sebuah kesempatan. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Pengurus KONI Bali Bidang Hubungan Luar Negeri dan Sport Tourism, I Dewa Putu Susila, mengatakan, Bali tak perlu iri dengan daerah lainnya yang memiliki tambang emas.

Pasalnya, Bali sesungguhnya memiliki "tambang emas" yang jauh lebih besar. Sayangnya selama ini tambang itu belum pernah mendapat perhatian selama ini.

"Tambang Emas" dimaksud, menurut Dewa Susila, adalah sport tourism (pariwisata olahraga). Sejauh ini, kata dia, Bali masih fokus pada pariwisata yang "menjual" objek dan budaya yang dimiliki. Sementara sport tourism, justru sama sekali belum mendapat prioritas.

"Padahal, sport tourism itu tambang emas yang jauh lebih dahsyat. Dia bisa menghasilkan uang yang besar, tetapi tidak mengeruk isi bumi, tidak merusak lingkungan, seperti tambang emas dan lainnya," ujar Dewa Susila, di Denpasar, beberapa waktu lalu.

Ia menyontohkan sepak bola, yang menjadi industri luar biasa di Eropa. Begitu pula dengan basket, yang menjadi primadona di Amerika Serikat. Ini membuktikan bahwa olahraga sesungguhnya jika dikemas dengan baik, justru akan menjadi kekuatan ekonomi luar biasa.

"Saya ingin agar sport tourism ini menjadi perhatian khusus bagi Bali ke depan. Industri olahraga ini sangat menjanjikan, apalagi Bali memiliki modal sebagai destinasi nomor satu di tanah air," tegas Dewa Susila, yang juga sekretaris umum Pengda Pergatsi Bali ini.

Ia berpandangan, meski mendapat predikat sebagai destinasi nomor satu, Bali tetap perlu waspada. Apalagi, daerah lainnya juga terus menggenjot objek dan upaya pelestarian budaya, untuk mengejar ketertinggalan dari Bali. Belum lagi, dengan mengandalkan objek dan budaya, pariwisata yang ada saat ini justru memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi.

"Pariwisata sangat rentan dengan isu keamanan, kesehatan, politik dan ekonomi. Jangan lupa, bencana juga bisa melumpuhkan pariwisata. Tetapi pariwisata dengan latar belakang olahraga, tidak banyak terpengaruh dengan isu-isu tersebut," tuturnya.

Itu sebabnya, lanjut Dewa Susila, dirinya mendorong agar Pemprov Bali mulai memikirkan untuk melirik sektor ini. Bali bisa menggelar even-even olahraga berskala internasional secara kontinue, untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Pulau Dewata.

Apalagi, imbuhnya, Bali sudah memiliki Perda terkait olahraga. Salah satu pasal di dalamnya, adalah mengatur khusus tentang sport tourism.

"Karena itu kami mohon agar Bapak Gubernur segera menindaklanjuti ini dengan menghadirkan Peraturan Gubernur tentang Sport Tourism," ucapnya.

"Jika sudah ada Pergub, maka itu akan menjadi dasar bagi penyelenggaraan even-even olahraga internasional secara berkelanjutan. Dan supaya lebih terfokus, dalam Pergub itu juga diatur sebuah lembaga atau badan yang menyelenggarakan even-even dimaksud," imbuh Chairmen Bali Seafarers Center ini.

Bagi Dewa Susila, apabila ini dilakukan Gubernur Bali, maka sport tourism benar-benar menjadi "tambang emas" Bali di masa depan. Penyelenggaraan even olahraga secara berkelanjutan, bisa menggaet wisatawan lebih banyak lagi datang ke Bali.

"Bali lebih siap dalam hal apapun untuk menggelar even internasional. Jadi saya sangat yakin, apabila ini mendapatkan perhatian pemerintah, khususnya Bapak Gubernur Bali, ke depan kita mendapatkan banyak pemasukan dari sport tourism," pungkas Dewa Susila, yang juga bergerak di usaha bidang hospitality, ini.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar