Duh, Tujuh Atlet Taekwondo Denpasar Diskorsing Karena Ini

Rabu, 26 Juli 2017 | 22:19 WIB
Share Tweet Share

Para atlet Taekwondo Kota Denpasar, saat menyampaikan keluh kesah dalam rapat bersama Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Rabu (26/7/2017). [foto: istimewa]

[DENPASAR] Tujuh atlet Taekwondo Kota Denpasar, Provinsi Bali, diskorsing oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi Bali.

Para atlet yang diskorsing tersebut, rata-rata pelajar yang masih berstatus anak-anak di bawah umur.

Akibat skorsing ini, para atlet penambang medali tersebut tidak bisa tampil di ajang Pekan Olahraga Pelajar bulan lalu.

Bahkan di arena Porprov Bali di Gianyar pada September mendatang, mereka dipastikan absen.

Hal ini terungkap dalam rapat Komisi IV DPRD Provinsi Bali dengan para pihak terkait, di Gedung DPRD Provinsi Bali, Rabu (26/7/2017).

Hadir dalam rapat tersebut para atlet yang diskors, Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali Agung Lan Ananda, KONI Bali, TI Kota Denpasar, Pemprov Bali, KPPAD Bali, dan pendamping sekaligus kuasa hukum para atlet, Siti Sapurah alias Ipung.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali Nyoman Parta, ini terungkap bahwa skorsing bagi ketujuh atlet itu dilakukan secara sepihak oleh Pengprov TI Bali.

Bahkan ada muatan politis yakni persoalan pengurus TI Bali, yang memicu sanksi berupa skorsing tersebut.

Salah satu atlet, Kamira Adelia Putra, misalnya mempertanyakan alasan dirinya diskors. Ia merasa tidak pernah melakukan kesalahan, yang berdampak pada sanksi tersebut.

"Apa kesalahan kami, Pak? Saya stress dengan skorsing ini," ujarnya, dengan berlinang air mata.

Isak tangisnya membuat suasana rapat yang berlangsung panas itu, menjadi hening.

Menurut dia, alasan diskorsing dipaksakan, hanya karena mereka berfoto bersama dengan Sekretaris TI Kota Denpasar, Cornelius Ratu, saat berlaga di Malaysia Open pada September 2016 lalu.

Saat itu Cornelius Ratu telah diskorsing saat di Malaysia, tapi ia hadir di sana sebagai penonton.

Atlet lainnya yang berasal dari Badung, juga mempersoalkan alasan skorsing tiga tahun terhadapnya.

Ironisnya, ia mengaku diskorsing karena tidak bisa mengikuti kejuaraan tahun 2016, padahal ia sedang mengalami cedera tangan.

Ia mempertanyakan bagaimana bisa dirinya mengikuti kejuaraan, jika tangannya dalam kondisi cedera.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar