Pemerintah dan DPRD Mabar Masih Tidur Lelap  

Senin, 13 Januari 2020 | 12:19 WIB
Share Tweet Share

Praktisi Hukum, Plasidus Asis De Ornay (Foto: Istimewa)

[INDONESIAKORAN.COM]- Praktisi Hukum, Plasidus Asis De Ornay menyoroti perkembangan Kabupaten Manggarai Barat. Kabupaten yang terkenal dengan ikon pariwisata dunia itu kata Asis semakin marak diminati para pelancong maupun investor.

"Manggarai Barat atau Labuan Bajo dengan jualan Komodonya adalah Ikon Wisata Dunia yang marak disebut dan diminati para wisatawan. Setiap hari bahkan setiap bulan angka pengunjung wisata cendrung bertambah. Begitu juga minat para investor untuk mengembangkan sayap bisnisnya," ujar Asis kepada wartawan, Senin (13/1/2020). 

Menurut Asis, kondisi riil di Manggarai Barat saat ini yakni pertumbuhan investasi bidang pariwisata seperti Hotel, Penginapan serta Kapal-kapal kian meningkat. "Dari sisi ini tentu sangat menguntungkan daerah ini," tegasnya. 

Namun Asis mempertanyakan regulasi terkait menyemutnya pertumbuhan investasi tersebut. Asis menduga, proses perizinan masih terdapat pelanggaran yang harus ditelusuri oleh DPRD Manggarai Barat. 

"Pertanyaan kritis saya, apakah pertumbuhan investasi ini secara "Rule" semuanya sudah mengikuti prosedur? Saya menduga kuat, soal ini masih terdapat penyimpangan atau pelanggaran sana sini. Ini tugas Pemerintah dan DPRD. Agar income daerah ini semakin signikan ke depannya," tegasnya. 

Selain itu Asis juga menyoroti persoalan agraria di Kabupaten yang dipimpin Agustinus Ch. Dula itu. Menurutnya, kasus tersebut sudah menjadi konsumsi publik. 

"Seiring dengan pertumbuhan investasi, saya melihat pertumbuhan problem juga semakin besar. Lebih khusus tentang Problem Tanah. Disamping potensi masuknya bisnis2 yang ilegal. Ini juga wajib mendapat perhatian khusus Pemerinrah dan DPRD disamping fungsi kontrol kepolisian dan peran masyarakat," katanya. 

Asis juga menyoroti Infrastruktur. Khusus jalan raya dan trotoar. Kata Asis, Kota Labuan Bajo sebagai ibukota belum terlihat indah. "Kesan mata sana sini masih kotor dan jorok. Parkiran ambu radul tidak ditata baik layaknya sebagai kota wisata yang indah," imbuhnya. 

"Lagi-lagi ini problem besar. Sebagai tuan rumah wisata dunia, pemerintah dan DPRDnya masih tidur lelap. Gerakan perubahan yang signikan belum tuntas dan belum dikerjakan," tukasnya.

Editor: Odorikus


Berita Terkait

Komentar