Heri Baben: Rencana Shana Fatina Endorse Leonardo Tidak Tepat

Jumat, 15 November 2019 | 20:12 WIB
Share Tweet Share

Heri Baben (Foto: Istimewa)

[INDONESIAKORAN.COM]-I Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Kementerian Pariwisata bakal mengendorse tokoh ternama seperti artis hollywood Leonardo DiCaprio untuk mempromosikan pariwisata Labuan Bajo.

Pemerintah menyiapkan dana Rp 1,7 triliun. Angka ini naik dibandingkan anggaran tahun lalu yang hanya Rp 1,54 triliun. Anggaran tersebut disalurkan melalui lima kementerian, meliputi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rp 979,3 miliar dan Kementerian Perhubungan Rp 435,04 miliar.

Lalu ada juga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rp 244,74 miliar dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Rp 21,72 miliar serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rp 29,23 miliar.

Terkait hal ini, Tokoh Manggarai Diaspora Jakarta, Heribertus Baben geram dengan cara Direktur BOPLF, Shana Fatina yang memakai jasa artis ternama untuk mempromosikan pariwisata tersebut. Menurut pria yang akrab disapa Heri ini, rencana tersebut hanya menghamburkan uang negara.

"Rencana pemerintah untuk menyewa artis hollywood seperti Leonardo untuk mempromosikan pariwisata Labuan Bajo adalah suatu rencana yang tidak tepat dan terkesan menghamburkan uang negara," ujar Heri kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Heri menegaskan, satwa Komodo sudah terkenal dan diketahui dunia karena sudah termasuk tujuh keajaiban dunia (New 7 wonders). Bahkan selama ini kata Heri, media mainstream dan para pelaku wisata telah mempromosikan komodo secara intens.

"Hal penting yang harusnya lebih diperhatikan saat ini adalah pembenahan infrastruktur penunjang pariwisata. Misalnya jalan menuju spot-spot wisata harus baik, fasilitas penunjang sekitar tempat wisata seperti ketersediaan toilet yang layak," tegasnya.

Selain itu juga kata alumni Seminari Pius XII Kisol ini adalah pembinaan dan pelatihan sumber daya manusia yang berkualitas sesuai standar pelayanan international kepada seluruh masyarakat pelaku wisata harus dijadikan perhatian utama bukan hamburkan uang utk menyewa artis.

"Ketersediaan sandang, pangan penunjang pariwisata, pengaturan dan pembangunan dermaga untuk bersandarnya kapal-kapal, pembenahan kualitas airport , pembuatan master plan pariwisata labuan bajo, itu juga yg penting." tukasnya.

Reporter: Florianus Edi
Editor: Odorikus


Berita Terkait

Komentar