Libatkan Mahasiswa Tekan Angka Kekerasan Pada Anak

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 21:54 WIB
Share Tweet Share

Foto bersama usai diskusi Peran Mahasiswa dalam Perlindungan Terhadap Anak. [foto: indonesiakoran.com/leonard embo]

[LABUAN BAJO, INDONESIAKORAN.COM] Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, diharapkan bisa melihat fenomena terkait kekerasan terhadap anak. Untuk itu, para mahasiswa perlu dibekali pengetahuan agar bisa menjadi agent of change, khususnya dalam hal perlindungan terhadap anak.

Selanjutnya, dengan pemahaman yang dimiliki, para mahasiswa dapat dilibatkan secara langsung dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap anak.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Manggarai Barat, Milkior Nurdin, kepada wartawan usai diskusi "Peran Mahasiswa dalam Perlindungan Terhadap Anak", di Hotel La Prima, Labuan Bajo, Jumat (18/10/2019).

“Pada prinsipnya, mahasiswa adalah agen penerus. Sebagai mahasiswa, dia harus bisa melihat fenomena terkait dengan kekerasan terhadap anak. Karena itu mereka perlu dibekali pengetahuan tentang perlindungan terhadap anak,” tutur Milkior Nurdin.

Sementara Adrianus Nabung, SFil, MPd, dosen Politeknik eLBajo Commodus Labuan Bajo mengatakan, dari hasil diskusi dan pemaparan pandangan mahasiswa, mereka memahami betapa mereka memiliki peran sentral terhadap persoalan sosial khususnya perlindungan anak dari kekerasan.

“Point pentingnya adalah mahasiswa memahami bahwa mereka memiliki peran sentral dalam menekan kekerasan terhadap anak melalui pencegahan-pencegahan,” tutur Adrianus.

Diskusi ini dihadiri oleh Staf Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Fernandes Hutagalung, ST, MM dan Ir Albaet Pikri, MSM. Hadir juga sejumlah mahasiswa dari Politeknik eLBajo Commodus Labuan Bajo.

Reporter: Leonard Embo
Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar