Gereja dan Pemuda di NTT Dukung Pelantikan Presiden-Wapres

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 10:52 WIB
Share Tweet Share

Pendeta Aprianus Jangga Uma dan Jumlitan Saulus Windi. [foto: istimewa]

[KUPANG, INDONESIAKORAN.COM] Petinggi Gereja hingga para pemuda dan pelajar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung penuh pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Amin), dalam situasi yang aman, nyaman dan kondusif.

"Kami mendukung penuh pelantikan presiden dan wakil presiden dalam situasi yang aman dan kondusif," kata Pendeta Aprianus Jangga Uma, dari Gereja Kristen Sumba, beberapa waktu lalu.

Pihaknya juga juga menolak adanya aksi unjuk rasa yang mengarah ke anarkis. Selain itu, Pendeta Aprianus juga menolak aksi-aksi terorisme dan radikalisme.

Simak Pernyataan Lengkap Pendeta Aprianus Jangga Uma:
Gereja Kristen Sumba Dukung Pelantikan Presiden

Hal tak jauh berbeda dilontarkan Ketua DPC GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Jumlitan Saulus Windi, di tempat terpisah. Pihaknya mengajak seluruh masyarakat agar mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Jokowi-Amin dalam suasana yang kondusif.

"Kami mengajak seluruh elemen pemuda untuk menolak setiap unjuk rasa yang mengarah ke anarkis, karena akan merusak tatanan kehidupan bermasyarakat," ujar Jumlitan.

"Kami juga mengajak seluruh organisasi kepemudaan dan masyarakat untuk menolak aksi-aksi radikalisme dan terorisme karena akan merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," ajaknya.

Simak Pernyataan Lengkap Ketua GMNI Waingapu:
GMNI Waingapu Tolak Aksi Anarkis

Sementara itu keluarga besar SMA Muhammadiyah Kabupaten Ende juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Amin dalam situasi yang aman, nyaman dan kondusif.

"Kami juga menyatakan menolak unjuk rasa anarkis, serta menolak setiap aksi terorisme dan radikalisme," tandas para guru dan siswa SMA Muhammadiyah Ende.

Simak Pernyataan Lengkap Keluarga Besar SMA Muhammadiyah Ende:
SMA Muhammadiyah Ende Tolak Unjuk Rasa Anarkis

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar