Hutan Bakau Dibabat Lalu Dibakar, Merusak atau Merawat Menjaga?

Rabu, 16 Oktober 2019 | 19:59 WIB
Share Tweet Share

Hutan bakau yang dibabat dan dibakar serta reklamasi di Pantai Menjaga. [foto: indonesiakoran.com/itho umar]

[LABUAN BAJO, INDONESIAKORAN.COM] Dusun Menjaga, Desa Mancang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini memiliki hutan bakau (mangrove) di sepanjang pesisirnya. Sayangnya belakangan ini, tak terlihat lagi bakau yang gagah menghiasi bibir Pantai Menjaga.

Bakau di kawasan tersebut dibabat, lalu dibakar oleh sekelompok orang. Konon, mereka adalah para pekerja salah satu investor yang memiliki lahan di kawasan tersebut.

Meski meradang, warga Menjaga seperti tak berdaya. Mereka mengetahui aksi pembabatan hingga pembakaran tersebut, namun hanya sebatas kecewa dan marah.

Mereka juga dilanda dilema, pembabatan hingga pembakaran bakau itu untuk merawat atau justru merusak Menjaga, sebab di sana pun ada pekerjaan reklamasi.

"Saya lahir dan besar di dusun ini. Dulu mangrove atau apa namanya hutan itu, bagus sekali kelihatannya," kata Muhamad Tohir, kepala Dusun Menjaga, kepada indonesiakoran.com di Menjaga, Selasa (15/10/2019) sore.

"Kami kecewa sekali ketika ada orang yang merusak (bakau) itu. Diperkirakan ada 500 meter dari laut sampai ke darat (bakau dibabat dan dibakar), kemudian mereka membuat reklamasi pantai untuk jalan menuju resort milik sebuah perusahaan," imbuhnya.

IMG_20191016_205742

Tohir khawatir, pembabatan bakau di lokasi itu mengakibatkan bencana seperti air laut pasang, tsunami dan ekosistem laut terganggu. Kekhawatiran lain, reklamasi di Pantai Menjaga juga diduga untuk kepentingan perusahaan, sehingga akan merugikan masyarakat.

"Banyak hal yang kami takutkan. Apalagi lokasi hutan mangrove ini tidak terlalu jauh dari rumah-rumah penduduk," ujar Tohir.

Sebagai kepala dusun, Tohir meminta pihak berwajib untuk tidak tinggal diam melihat persoalan ini. Pihaknya mengaku sempat melihat petugas datang ke lokasi, namun tidak diketahui maksud kedatangan petugas dimaksud.

"Kami pernah melihat ada petugas dinas yang datang, tapi kami tidak tahu mereka datang untuk apa. Kalau ada pelanggaran, kami minta harus ditegakkan. Kalau melanggar, harus dihukum," tutur Tohir.

IMG_20191016_205801

Sudah Dilaporkan Kepada Bupati

Dikonfirmasi secara terpisah di Labuan Bajo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Manggarai Barat Paulinus Panggul membenarkan bahwa pihaknya sudah turun ke lokasi. Hasil tinjauan di lapangan, juga sudah dilaporkan ke Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula.

"Staf saya sudah turun ke lokasi dan kami ada foto-fotonya. Terkait hal ini kami sudah sampaikan kepada Pak Bupati," jelas Paulinus.

Ia menyebut, lokasi pembabatas hingga pembakaran bakau itu milik sebuah perusahaan yang ada di Labuan Bajo. Namun, pihaknya tidak bisa menegur perusahaan tersebut, karena tidak ada laporan yang jelas mengenai aktivitas perusahaan tersebut.

"Sekarang kami tidak bisa tegur dia. Kami tidak tahu kapan (pembabatan mangrove) itu. Kami juga tidak tahu dia mau bangun apa. Tidak tahu persis. Tidak ada laporan ke dinas. Sedangkan resort itu (resort yang dibangun di Menjaga, red) izinnya dari provinsi, bukan kita di daerah. Jadi dia proses dokumennya ke provinsi," beber Paulinus.

Reporter: Itho Umar
Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar