Laut Mati, Salah Satu Pesona Wisata Rote Ndao

Minggu, 06 Oktober 2019 | 20:41 WIB
Share Tweet Share

Pemkab Rote Ndao akan menyelenggarakan Festival Mulut Seribu, 26-28 Oktober 2019. [foto: istimewa]

[KUPANG, INDONESIAKORAN.COM] Selat Mulut Seribu yang menakjubkan, memang menjadi salah satu daya tarik wisata Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Itu pula sebabnya, Pemkab Rote Ndao menggelar Festival Mulut Seribu, 26-28 Oktober 2019 mendatang.

Meski begitu, bukan berarti objek wisata lainnya memiliki pesona di kelas dua. Pasalnya, Rote Ndao yang merupakan beranda selatan Indonesia justru memilih sederet daya tarik wisata yang sama-sama menakjubkan.

Satu di antaranya yang tak kalah memesona adalah laut mati. Bahkan khusus untuk Indonesia, satu-satunya daerah yang memiliki objek wisata laut mati adalah Rote Ndao.

"Potensi wisata di Rote Ndao sangat menakjubkan dan beraneka ragam. Baik wisata alam maupun wisata budaya, semua ada di sini," kata Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bulu, kepada indonesiakoran.com di Kupang, Minggu (6/10/2019).

Baca Juga:
Mau Melihat Pesona Beranda Selatan NKRI? Hadiri Festival Mulut Seribu!

Menurut Paulina, walau festival yang akan digelar nanti hanya mengambil nama Mulut Seribu, bukan berarti hanya pesona Selat Mulut Seribu saja yang akan dipromosikan. Potensi pariwisata lainnya, termasuk laut mati, juga turut dipromosikan.

"Dalam festival nanti akan diperkenalkan juga Pantai Osesole dengan hamparan pasir putih dengan air laut yang jernih serta laut mati yang merupakan satu-satunya di Indonesia," tandas Paulina.

Menurut dia, Selat Mulut Seribu yang terletak di Lokonamon, Desa Daiama, Kecamatan Landuleko, memang sengaja diangkat karena merupakan kawasan wisata alam yang unik. Kawasan itu terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil yang dipenuhi tanaman santigi.

"Jadi kawasan itu memiliki ekosistem dan panorama yang tidak kalah menariknya dengan Raja Ampat di Papua Barat," ujar bupati perempuan pertama di wilayah NTT itu.

Kawasan alam Selat Mulut Seribu, imbuhnya, juga memiliki beberapa satwa langka. Di antaranya adalah burung iriana dan kakatua kecil berjambul kuning.

Dikatakan, Festival Mulut Seribu sudah dikoordinasikan dengan seluruh elemen termasuk masyarakat pengelola rumput laut dan pembudidaya ikan kerapu di Selat Mulut Seribu.

"Semua pihak mendukung penuh kegiatan festival ini sehingga dipastikan akan berjalan lancar dan akan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan peningkatan PAD," ucapnya.

Ia menambahkan, berbagai kegiatan festival telah dikemas apik, di antaranya Parade Perahu Hias atau Perahu Dayung, Tarian Kebalai, gong, alat musik Sasando, Tarian Foti atau Kakamusu, Tarian Kendo atau Terbenu, Bahorok atau Pukul Kaki dan tarian dari semua etnis yang ada di Rote Ndao.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur NTT yang mendukung penuh penyelenggaraan Festival Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao," pungkasnya.

Reporter: Laurens Leba Tukan

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar