Perkuat Persatuan, Kesbangpol Bali Gelar Forum Pembauran Kebangsaan

Kamis, 26 September 2019 | 21:15 WIB
Share Tweet Share

Foto bersama di sela-sela kegiatan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK)  Bagi ASN, FPK dan Generasi Muda Lintas Etnis Se-Bali yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Provinsi Bali. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali menggelar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK)  Bagi ASN, FPK dan Generasi Muda Lintas Etnis Se-Bali, di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jalan Tjok Agung Tresna Denpasar, Rabu (25/9/2019).

Kegiatan yang dibuka Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, SH, MH, ini dihadiri Dirjen Polpum Kemendagri RI, Ketua FPK Provinsi Bali Kadek Weisya Kusmiadewi, SH, MKn, para ketua FPK Kabupaten/ Kota se-Bali, ASN dari Kesbangpol Kabupaten/ Kota se-Bali, perwakilan lintas etnis se-Bali, serta undangan lainnya.

Kepada wartawan di sela-sela kegiatan, Sudarsana menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dengan target utama memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kita harus sadari bersama, di Indonesia kita terdiri dari berbagai etnis. Bahkan di Bali pun, ada banyak etnis. Mereka mengais rezeki di sini," paparnya.

IMG_20190926_222033

I Gusti Agung Ngurah Sudarsana. [foto: indonesiakoran.com/san edison]

Menurut dia, banyaknya etnis yang ada perlu disikapi bersama. Sebab jika sedikit saja ada gesekan, apalagi di tengah situasi belakang di mana keberagaman sedang diuji, maka akan sangat sulit untuk diatasi. Belum lagi jika kondisi tersebut "ditunggangi" oleh banyak kepentingan.

"Inilah perlunya pembauran ini. Kita harus terus menyuarakan bagaimana kita menerima keberadaan saudara kita yang lain. Semakin sering dilakukan pembauran, maka kita sudah secara dini mencegah adanya perpecahan," tandas Sudarsana.

IMG_20190926_221943

Pembukaan kegiatan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK)  Bagi ASN, FPK dan Generasi Muda Lintas Etnis Se-Bali yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Provinsi Bali. [foto: istimewa]

Hal yang tak kalah penting, imbuhnya, Bali tidak punya tambang seperti daerah lainnya. Bali hanya memiliki pariwisata. Pariwisata yang kemudian menjadi lokomotif perekonomian Bali ini, rohnya adalah budaya.

Di sisi lain, hampir semua etnis hidup dan mencari nafkah di Bali. Selain memahami budaya Bali, sangat penting bagi semuanya untuk saling menerima. Tidak boleh satu sama lain dipertentangkan, karena semuanya saling membutuhkan.

"Karena itu, siapapun yang ada di Bali, dari etnis manapun dia, wajib untuk mendukung keberadaan pariwisata di Bali. Minimal memahami budaya Bali, yang menjadi roh pariwisata Bali. Selanjutnya, kita harus menjaga dan menghargai perbedaan yang ada. Apalagi kita saling membutuhkan," ujarnya.

"Jadi mari kita jaga bersama Bali ini. Kita junjung tinggi keberadaan semuanya. Dan kalau didasari hati yang tulus, saya yakin, tidak ada hal yang terlalu prinsip untuk dipertentangkan. Ini salah satu pembauran itu," imbuh Sudarsana.

IMG_20190926_222003

Kadek Weisya Kusmiadewi. [foto: istimewa]

Sementara itu Ketua FPK Provinsi Bali Kadek Weisya Kusmiadewi, SH, MKn, pada kesempatan yang sama mengapresiasi Kesbangpol Provinsi Bali yang telah memfasilitasi kegiatan ini.

"Kami mengapresiasi sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Kesbangpol yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Forum pembauran seperti ini memang sangat penting untuk semakin memperkuat persatuan dan kesatuan kita sebagai anak-anak bangsa," tutur Dewi, sapaan akrab mantan Jurnalis ini.

Ia pun berkomitmen, ke depan FPK Provinsi Bali akan membuat kegiatan - kegiatan yang lebih inovatif dalam rangka pembauran ini. Ia berpandangan, semakin banyak forum pembauran, tentu akan semakin merekatkan keberagaman bangsa ini.

"Kami berkomitmen untuk terus merawat keberagaman, serta memperkuat persatuan dan kesatuan. Kami akan terus membuka forum pembaruan, untuk semakin merekatkan etnis - etnis yang ada," pungkas Dewi, yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Karangasem.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar