Pemerintah Akan Bangun Rusunawa di Seminari Mataloko

Selasa, 17 September 2019 | 11:07 WIB
Share Tweet Share

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Maria Fransisca Djogo saat diterima di Seminari Santu Yohanes Brekhmans Todabelu, Mataloko, Kabupaten Ngada, Flores, NTT, Minggu (15/9/2019). [foto: biro humas setda ntt/valeri guru]

[KUPANG, INDONESIAKORAN.COM] Pemerintah akan membangun Rusunawa berlantai empat untuk Seminari Santu Yohanes Berkhmans Todabelu Matoloko di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, saat menghadiri Misa Syukur Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-90 Seminari Santu Yohanes Berkhmans Todabelu Matoloko, Minggu (15/9/2019), sebagaimana keterangan tertulis yang diterima indonesiakoran.com di Kupang, Selasa (17/9/2019).

"Pada tahun 2020, Pemprov NTT berkoordinasi dengan Kementerian PUPR RI untuk membangun rusunawa berlantai empat di seminari ini," kata Nae Soi.

Turut hadir dalam acara tersebut Maria Fransisca Djogo, Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT Zakarias Moruk, Kadis Perhubungan Provinsi NTT Isyak Nuka, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda NTT Sipri Kelen, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Jelamu Ardu Marius, Vikjen Keuskupan Agung Ende Romo Cyrilus Lena, Preses Seminari Romo Gabriel Idrus serta sejumlah alumni dari berbagai daerah.

Pada kesempatan yang sama, Nae Soi mengaku kagum dan bangga bisa hadir dan mengikuti acara tersebut. Ia merasa seperti kembali ke rumah.

"Saya mengenyam pendidikan di sini dan saya mengenal arti hidup dan kehidupan dari tempat ini. Karena itu, saya hadir di sini ibarat kembali ke rumah sendiri," tuturnya.

"Saya mèngenal kehidupan ini dari seminari ini. Santu Yohanes Berkhmans mengajarkan agar kita selalu tersenyum, berbuat baik dan bergembiralah. Warga masyarakat NTT harus berterima kasih kepada sekolah ini, karena telah menghasilkan seorang Wagub, meski saya sekolah di pinggir sekolah ini. Karena itu, terimalah saya sebagai keluarga besar di seminari ini. Karena dari tempat ini saya ditempa menjadi manusia," imbuh Nae Soi.

Ia juga mengisahkan, pada 50 tahun silam, dirinya selalu mendorong gerobak untuk menghantar makanan, baik untuk para pastor maupun untuk anak-anak seminari.

"Siapa yang sangka, 50 tahun yang lalu saya dorong gerobak makan dan sekarang saya jadi Wagub? Doa para pastor dan para penjasa dari seminari ini, saya akhirnya bisa menemukan kehidupan ini," tuturnya, dengan nada haru.

Sebelum sekolah negeri ada di republik ini, lanjut Nae Soi, sekolah-sekolah yang dikelola lembaga keagamaan sudah ada.

"Seminari ini telah banyak menghasilkan orang-orang hebat, bahkan para misionaris yang ada di seluruh dunia berasal dari seminari ini. Juga ada Uskup, duta besar, wartawan kawakan dan profesi lainnya," ujar Nae Soi.

Mantan anggota Fraksi Golkar DPR RI dua periode ini pun berpesan kepada para seminaris yang merupakan calon imam katolik, agar belajar dengan baik, giat dan tekun.

"Kalau Anda berjuang dengan sungguh-sungguh, suatu saat nanti Anda pasti akan memperoleh mahkota. Mari kita antar seminari ini menuju satu abad di tahun 2029," pungkasnya.

Reporter: Laurens Leba Tukan

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar