Wagub NTT Ajak Seluruh Elemen Perangi Stunting

Senin, 16 September 2019 | 22:19 WIB
Share Tweet Share

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT Julie Sutrisno Laiskodat, dalam Forum Diskusi Penggalangan Komitmen Pemangku Kepentingan Dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting di Provinsi NTT. [foto: indonesiakoran.com/laurens leba tukan]

[KUPANG, INDONESIAKORAN.COM] Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi stunting. Menurut dia, penanganan kasus stunting membutuhkan sinergitas dan harmonisasi semua elemen yang ada.

"Jika tidak ada harmonisasi antara semua pihak, pencegahan stunting di NTT hanya sebatas wacana," kata Nae Soi, ketika berbicara dalam Forum Diskusi Penggalangan Komitmen Pemangku Kepentingan Dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting di Provinsi NTT, yang digelar di New Sasando Hotel Kupang, Senin (16/9/2019).

Saat ini, menurut dia, sudah ada aplikasi yang disiapkan oleh tim gubernur dan wakil gubernur NTT. Aplikasi itu menyajikan tentang berbagai informasi yang berkaitan dengan kasus stunting di NTT.

"Seperti yang dipaparkan tim bahwa semua informasi mengenai stunting langsung ketahuan, mulai berapa jumlah kasus, lokasinya di mana, kondisi jalannya bagaimana, ketersediaan listriknya bagaimana, semua akan mudah dipaksa, sehingga akan lebih cepat dilakukan penanganan," papar mantan anggota Fraksi Golkar DPR RI ini.

Ke depan, imbuhnya, penanganan kasus stunting di NTT tidak boleh sebatas rapat, diskusi dan seminar. Penanganan sudah saatnya langsung eksekusi di masyarakat.

"Besok-besok saya tidak mau dengar lagi ada anggaran tapi dipakai untuk rapat, seminar, dan bentuk panitia ini - itu yang tidak jelas. Nanti orang sudah mati dan tambah pendek di desa-desa. Ada anggaran, langsung eksekusi di masyarakat. Kita harus kerja sama dengan tokoh agama, dan para pengusaha serta LSM," tandas Nae Soi.

Ia mengaku kagum dengan kinerja PKK Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Julie Laiskodat, dengan Desa Model yang bakal menjadi menjadi contoh penanganan kasus stunting di NTT.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT Julie Sutrisno Laiskodat, pada kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya kini fokus pada pengembangan Desa Model. Konsep ini diarahkan melibatkan ibu-ibu di desa, untuk bersama - sama memerangi stunting.

"Kami memilih satu sekolah di desa tersebut dengan menyediakan sarapan pagi untuk anak-anak sekolah selama enam tahun. Ini yang sedang kita kembangkan di NTT," jelas Julie Laiskodat.

Reporter: Laurens Leba Tukan

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar