Gubernur Optimistis Ekonomi Kerakyatan di NTT Berkembang Pesat

Kamis, 05 September 2019 | 10:00 WIB
Share Tweet Share

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ketika Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Wilayah Nusa Tenggara Tri Bowo dan jajaran. [foto: istimewa]

[KUPANG, INDONESIAKORAN.COM] Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat optimis bahwa dalam kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi, ekonomi kerakyatan di NTT akan berkembang pesat.

Optimisme ini tidak berlebihan, mengingat sektor pariwisata di daerah kepulauan itu semakin menggeliat. Jika ke depan industri pariwisata bergelimang dolar, maka sektor lain dipastikan akan keciprat "kue".

Optimisme ini dilontarkan Gubernur Laiskodat, ketika menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Wilayah Nusa Tenggara, Tri Bowo dan jajaran, di ruang kerjanya, Gedung Sasando, Kupang, Rabu (4/9/2019).

Menurut Laiskodat, NTT memiliki potensi yang sangat luar biasa, baik pariwisata, pertanian maupun peternakan. Namun dalam kurun sekian lama, potensi ini belum mampu dikelola secara serius.

"Kita coba jadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian masyarakat NTT. Jika sektor pariwisata maju, maka akan mendongkrak sektor lainnya seperti pertanian holtikultura, peternakan, perikanan dan kelautan serta lainnya," tutur Laiskodat.

Ia lalu menyontohkan Sopi, yang merupakan minuman khas NTT. Sopi telah lama diproduksi rakyat NTT secara tradisional.

”Ada satu yang telah dikerjakan sekian lama oleh masyarakat, yakni minuman Sopi. Ini minuman khas NTT. Hanya saja selama ini proses pembuatannya masih sangat tradisional sehingga masih banyak kandungan metanol di dalamnya, yang sangat berbahaya bagi tubuh,” kata Laiskodat.

Karena itu ketika dipercaya menjadi gubernur NTT, Laiskodat sangat serius mendorong untuk melakukan penelitian terhadap minuman Sopi. Hasilnya luar biasa, karena banyak diminati dunia luar.

“Saat ini kami memiliki minuman khas NTT berstandar internasional yang sangat nyaman dikonsumsi dan telah banyak diminati oleh dunia luar. Dan sebagai gubernur, saya pastikan bahwa ke depan ekonomi kerakyatan di NTT akan berkembang luar biasa, dan tentunya akan menaikkan pajak di NTT," tandasnya.

Sementara itu Tri Bowo, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Nusa Tenggara, pada kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya telah membangun kerja sama dengan Bank NTT. Kerja sama dimaksud berkaitan dengan marketing bagi UMKM, baik kerajinan maupun kulinernya.

"Kami juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar pajak lebih familiar di masyarakat, dengan cara berkolaborasi dengan media," pungkas Tri Bowo.

Reporter: Laurens LT

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar