Penggunaan Busana Adat Bali Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 14 Agustus 2019 | 14:57 WIB
Share Tweet Share

Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) bersama Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama (kanan) dan Sekretaris DPRD Bali Gede Suralaga (tengah), saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali. [foto: humas dprd bali]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi kesadaran para pejabat daerah dan masyarakat yang menggunakan busana adat Bali pada upacara peringatan Hari Jadi Ke-61 Provinsi Bali, Rabu (14/8/2019).

Begitu pula saat Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali di Gedung DPRD Provinsi Bali, di mana seluruh yang hadir menggunakan busana adat Bali. Bahkan bahasa yang digunakan dalam Rapat Paripurna Istimewa juga adalah Bahasa Bali.

Menurut Koster, ini adalah implementasi nyata dari Pergub Nomor 79 Tahun 2018 Tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali serta Pergub Nomor 80 Tahun 2018 Tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Koster menyebut, penggunaan busana adat Bali setiap hari Kamis serta pada peringatan Hari Jadi Provinsi Bali, dimaksudkan untuk melestarikan adat dan budaya Bali. Selain itu, berdasarkan hitung - hitungan banyak pihak, penggunaan busana adat Bali ternyata mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan.

"Banyak industri kecil jadi laku dagangannya karena banyak yang menggunakan baju adat baru. Ibu - ibu juga pakai sanggul, jadi pasti ke salon. Jadi semua kecipratan rejeki," tutur Koster, dalam pidato Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali dalam forum Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali.

Tak hanya masyarakat Bali, imbuh Koster, sebab mereka yang menggelar kegiatan internasional dan nasional di Bali juga diharapkan menggunakan busana adat Bali. Hal tersebut sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Bali

"Tiap even internasional dan nasional di Bali, minimal saat pembukaan panitia dan peserta menggunakan busana adat Bali," ucapnya.

Koster mencontohkan pembukaan Kongres V PDIP di Inna Grand Bali Beach Hotel Sanur, beberapa waktu lalu. Ketika itu, seluruh peserta menggunakan udeng. Adapun panitia pelaksana, semuanya menggunakan pakaian adat Bali.

"Bapak Presiden Jokowi juga menggunakan busana adat Bali. Bahkan setelah pembukaan Kongres V PDIP, Bapak Presiden tetap menggunakan busana adat Bali saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia. Ini karena Bali menang 91,6 persen (pada Pileg 2019 lalu)," ujar Koster, yang juga Ketua DPD PDIP Provinsi Bali.

"Nanti pembukaan Muktamar PKB juga seluruh peserta akan menggunakan udeng. Mereka bahkan sudah pesan 3.000 udeng," imbuhnya.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Gianyar Konservasi Lontar Berusia 300 Tahun

Senin, 29 Mei 2017
Nusantara

RSUP Sanglah Diusulkan Dikelola Pemprov Bali

Rabu, 31 Mei 2017
Nusantara

Tanggul Jebol di Jembrana Sudah Diperbaiki

Senin, 05 Juni 2017

Komentar