Pelecehan Tempat Suci Oleh Wisatawan, Koster: Bagi Saya Belum Selesai

Rabu, 14 Agustus 2019 | 13:00 WIB
Share Tweet Share

Gubernur Bali Wayan Koster, saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali. [foto: humas dprd bali]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Beberapa hari lalu Bali digemparkan dengan sebuah video sepasang turis di sebuah pura di Desa Padangtegal, Ubud, Bali.

Dalam video tersebut, wisatawan yang diketahui bernama Znedek Slouka dan Sabina Dolezalova, ini melakukan pelecehan terhadap air suci di pura tersebut.

Awalnya, kedua bule asal Ceko itu tampak tertawa. Adegan selanjutnya, turis laki-laki menadahkan tangannya ke pancuran air yang dianggap suci di pura tersebut, dan melemparkan air suci itu ke bokong rekannya (bule perempuan, red) yang terlihat dengan sengaja mengangkat rok dan menyodorkan pantatnya ke pasangannya itu.

Kelakuan kedua wisatawan itu mendapat reaksi keras pengusaha asal Bali, Ni Luh Djelantik. Luh Djelantik bahkan mencak - mencak di media sosialnya, mengecam perbuatan kedua wisatawan ini.

Bukan itu saja, Luh Djelantik meminta pihak-pihak terkait memberikan atensi atas kasus tersebut. Tak lupa, Luh Djelantik melalui media sosialnya, meminta Anggota DPD RI Perwakilan Bali Arya Wedakarna, untuk "turun gunung".

Merespon hal itu, Senator Arya Wedakarna langsung mengundang kedua wisatawan yang didampingi Kepala Imigrasi Kementerian Hukum HAM dan Kalposek Ubud, untuk hadir dalam pertemuan bersama Bendesa Adat Padang Tegal Ubud.

Hasilnya, keduanya meminta maaf dan membuat pernyataan bermeterai. Adapun hasil parum desa, dilaksanakan Mecaru dan Guru Piduka pada tanggal 15 Agustus 2019 dengan menghadirkan langsung kedua wisatawan.

Menyikapi hal ini, Gubernur Bali Wayan Koster ternyata tak sepakat jika kasus ini berakhir 'damai'. Sebagai kepala daerah, Koster menegaskan bahwa kasus pelecehan ini belum selesai.

"Ternyata dikompromi di tengah jalan, minta maaf, Mecaru. Katanya itu selesai. Tapi buat saya, sebagai (Kepala) wilayah, belum selesai," ujar Koster, saat dikonfirmasi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Selasa (13/8/2019).

Ke depan, demikian Koster, jika ada lagi wisatawan yang melakukan pelecehan seperti itu, maka harus langsung dipulangkan ke negaranya. "Untuk ke depan, kalau ada wisatawan seperti itu, pulangin aja," tegasnya.

Apa yang dilakukan oleh wisatawan asal Ceko itu, imbuh Koster, hanya satu dari banyak kasus pelecehan yang terjadi. Karena itu, ia sudah meminta Kepala Dinas Pariwisata untuk menginventarisir permasalahan berkaitan dengan penyelenggaraan kepariwisataan di Bali.

"Harus diinventarisir permasalahannya, seperti hal yang melecehkan hingga memberi kesan citra pariwisata Bali tidak bagus," ucapnya.

Soal ada kesan pelecehan juga terjadi lantaran ada pembiaran dari masyarakat sendiri, Koster menegaskan, dalam situasi seperti itu pemerintah daerah harus berperan.

"Jangan mentang - mentang untuk kepentingan pendapatan, lantas terlalu longgar kita. Kita ini seperti seperti kurang bermartabat," pungkas Koster.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar