14 Tahun Jaga Marwah Hakim, KY NTT Rayakan HUT Bersama Wartawan

Selasa, 13 Agustus 2019 | 15:24 WIB
Share Tweet Share

Plt ‎Ketua Penghubung KY ‎RI Wilayah NTT, Hendrikus Ara Lamariang ketika memberikan tumpeng ulang tahun KY kepada wartawan senior Pos Kupang Oby Lawanmeru. [foto: indonesiakoran.com/laurens lt]

[KUPANG, INDONESIAKORAN.COM] Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia genap berusia 14 tahun. Khusus untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), lembaga penjaga marwah hakim ini baru hadir sejak empat tahun lalu.

Sebagai wujud syukur atas HUT KY RI, Pelaksana Tugas (Plt) ‎Ketua Penghubung KY ‎RI Wilayah NTT Hendrikus Ara Lamariang SH, MH, bersama jajaran menggelar doa syukur bersama wartawan, di Kantor Penghubung KY ‎RI Wilayah NTT, Selasa (13/8/2019). Doa dipimpin Pdt Kolimon dan dilanjutkan dengan diskusi.

Bukan tanpa alasan KY RI Wilayah NTT merayakan ulang tahun bersama awak media. Menurut Ara Lamariang, acara tersebut sengaja digelar bersama wartawan dan dikemas secara sederhana, dalam rangka membangun kemitraan yang harmonis dengan para jurnalis.

"Ini adalah wujud syukur kita. Harapan kami, tetap terjalin kemitraan yang harmonis antara KY dan jurnalis. KY mengharapkan dukungan dari teman-teman jurnalis dan tetap mendukung kami dalan menjalankan tugas secara profesional," tutur Ara Lamariang.

Mantan aktivis PMKRI ini menambahkan, sebagai lembaga tinggi negara di Indonesia, KY masih sangat muda. Sebab, usianya baru 14 tahun dan berdiri pasca-reformasi bersama-sama dengan Mahkamah Konstitusi (MK).

Bahkan khusus untuk NTT, KY baru hadir empat tahun lalu. Lantaran masih terlalu belia, lembaga itu masih dalam keterbatasan, baik sumber daya manusia maupun fasilitas penunjang lainnya.

"Sebelumnya, kami ingin mengundang para pihak dan lembaga lain. Namun kami merasa bahwa fasilitas penunjang di kantor kami masih sangat terbatas. Jadi, kamu putuskan untuk mengundang media saja," ujar Ara Lamariang.

Dikatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk bekerja maksimal, terutama dalam menjaga keluhuran dan martabat hakim.

"Kami tetap melakukan pemantauan dan pengawasan persidangan dan advokasi kepada para hakim, serta menjamin supremasi hukum dan peradilan yang bersih," tandasnya.

Ara Lamariang yang didampingi Marthen Salu, SH, menambahkan, pihaknya terus melakukan advokasi dan pemantauan terhadap proses hukum untuk kasus-kasus yang menarik perhatian publik. Termasuk di antaranya adalah kasus perdagangan orang, tindakan pindana korupsi hingga perkara lain yang marak di NTT.

Tidak hanya itu, KY RI juga telah membangun kerja sama dengan Bawaslu untuk turut serta memantau perkara-perkara Pemilu.

"Kepentingan kita adalah menjaga agar semua proses peradilan dapat berjalan bersih dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat," ujarnya.

Ia juga mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan pengaduan, apabila ada perlakuan yang menyimpang ketika mencari keadilan melalui proses hukum.

"Jika ada pengaduan, kami siap melayani dan turun melakukan pemantauan tanpa ada biaya apapun. Prinsip kami, masyarakat tidak boleh terbebani," pungkas Ara Lamariang.

Reporter: Laurens LT

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Diduga Asusila, Hakim PTUN Jambi Jalani Sidang Etik

Selasa, 19 Desember 2017

Komentar