Hotspot, Riau Berkurang 97 Titik dan Kalbar Bertambah 72 Titik

Minggu, 11 Agustus 2019 | 12:12 WIB
Share Tweet Share

Upaya pemadaman api di Pelalawan, Riau. [foto: istimewa]

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM] Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Agus Wibowo menyebut, jumlah hotspot atau titik panas di sejumlah daerah di Indonesia terus bertambah. Sementara beberapa daerah lainnya, terdeteksi berkurang.

"Hasil pantauan pagi ini, dibanding hari kemarin jumlah hotspot kategori sedang dan tinggi di Riau sebanyak 29 titik atau berkurang 97 titik," jelas Agus, di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Hotspot di beberapa daerah lainnya juga terdeteksi berkurang. Seperti di Kalimantan Selatan 14 titik atau 27 titik, Kalimantan Timur 20 titik atau berkurang 3 titik dan Kalimantan Utara 23 titik atau berkurang 6 titik.

Sementara itu titik panas di beberapa daerah lainnya, justru terdeteksi bertambah. Di Kalimantan Barat (Kalbar) misalnya terdeteksi sebagai 605 titik atau bertambah 72 titik hotspot.

Selanjutnya Jambi 3 titik atau bertambah 1 titik, Sumatera Selatan 19 titik atau bertambah 6 titik, Bangka Belitung 14 titik atau bertambah 10 titik, serta Kalimantan Tengah 163 titik atau bertambah titik panas.

"Asap terdeteksi di Sumatera dan Kalimantan tapi tidak ada transboundary haze atau asap yang melintas ke negeri tetangga, Malaysia atau Singapura," ujar Agus.

Terkait kualitas udara, imbuhnya, berdasar nilai PM10 menunjukkan Pekanbaru 166 (tidak sehat), Pontianak 253 (sangat tidak sehat), Palangkaraya 217 (sangat tidak sehat), dan Sampit 26 (sehat).

Editor: San Edison


Berita Terkait

Nusantara

Gempa Guncang Aceh Selama 5 Detik

Senin, 29 Mei 2017
Nusantara

Poso Diguncang Gempa 6,6 SR

Selasa, 30 Mei 2017
Nusantara

Tiga Kali Gempa Bumi Guncang Poso

Selasa, 30 Mei 2017

Komentar